Warga TPA Jatiwaringin Desak DPRD Pro Rakyat Soal Proyek PSEL

- Penulis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 16:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, (Foto/iNewsBanten).

KABUPATEN TANGERANG, PUSATBERITA – Setelah adanya penolakan pembangunan PSEL di TPA Jatiwaringin oleh kelompok Aktivis dan Warga TPA Jatiwaringin Menggugat pada Senin 27 Oktober 2025 lalu. Kini kelompok tersebut menyasar DPRD Kabupaten Tangerang untuk menggunakan fungsi dan wewenangnya dalam mengakomodir kepentingan masyarakat.

Kelompok yang terhimpun dalam Aktivis dan Warga TPA Jatiwaringin Menggugat menyampaikan permintaan hearing kepada Ketua DPRD Kabupaten Tangerang untuk memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam rencana pembangunan PSEL seperti Menteri Lingkungan Hidup hingga Bupati Tangerang serta Jajarannya, surat tersebut disampaikan ke Kantor DPRD Kabupaten Tangerang, pada Jumat (30/10/2025).

Koordinator Aktivis dan Warga TPA Jatiwaringin Menggugat, Aditya Nugraha menyampaikan bahwa, DPRD sebagai ujung tombak perjuangan masyarakat di pemerintahan dinilai memiliki peranan penting dalam memperjuangan aspirasi masyarakat.

“Ketua serta anggota DPRD harus ikut andil, terlebih yang sedang diperjuangkan menyangkut kehidupan masyarakat banyak di wilayah terdampak TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang,” kata Aditya Nugraha.

Baca Juga :  Tumpukan Sampah dan Bau Busuk, Buntut Pejabat DLH Kota Tangsel Tertangkap

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa, sampah yang berasal dari luar daerah Kabupaten Tangerang (Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan) dinilai tidak menguntungkan masyarakat dan daerah, namun justru memperparah kondisi pencemaran yang sudah terjadi.

“Logika Kememterian LH dan Pemerintah Daerah ini buruk, bayangkan saja Kabupaten Tangerang sampahnya mencapai 3000 ton/hari, secara ketentuan PSEL sudah masuk karena minimum 1000 ton, jangan karena kepentingan daerah lain malah menyusahkan daerah sendiri,” terang Aditya Nugraha.

Dirinya bersama warga yang terdampak juga menyerukan agar pemerintah menunda rencana PSEL di TPA Jatiwaringin, hal itu dikarenakan kondisi masyarakat yang sedang memperjuangkan diri dari krisis air bersih, udara yang semakin tidak sedap dan kesehatan yang terganggu sedangkan mereka tidak dilibatkan bahkan tidak diberitahu akan adanya pembangunan PSEL dan pembungan sampah dari kota lain.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Purbaya Dicopot, Fathorrahman Soroti Pengaruh Jokowi hingga Oligarki
‎Emrus Ungkap Komunikasi Prabowo-Purbaya Dingin, Isu Pangkas MBG Disorot
SEMMI Tangerang Soroti Pencopotan Purbaya Usai Bicara Pangkas MBG
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia
Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan
Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo
PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai
Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun
Berita ini 23 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WIB

Purbaya Dicopot, Fathorrahman Soroti Pengaruh Jokowi hingga Oligarki

Senin, 14 September 2026 - 23:30 WIB

‎Emrus Ungkap Komunikasi Prabowo-Purbaya Dingin, Isu Pangkas MBG Disorot

Senin, 14 September 2026 - 19:51 WIB

SEMMI Tangerang Soroti Pencopotan Purbaya Usai Bicara Pangkas MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:55 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:09 WIB

Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan

Berita Terbaru

Ilustrasi Satpol PP Kabupaten Tangerang

Banten

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah

Senin, 21 Sep 2026 - 18:25 WIB

Foto ilustrasi umat Kristiani beribadah (Foto/istimewa)

Banten

Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:01 WIB