Komite Suara Sipil Nobatkan Soeharto Sebagai Penjahat HAM

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komite Suara Sipil gelar aksi tolak Soeharto Sebagai Pahlawan di Kawasan Pendidikan Cikokol Kota Tangerang, Senin (10/11) 2025.

TANGERANG, PUSATBERITA – Komite Suara Sipil bersama sejumlah organisasi mahasiswa menggelar aksi damai menolak pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. Aksi ini berlangsung pada Senin (10/11/2025) di Kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.

‎Puluhan peserta aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan “Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional!”, “Pahlawan Tidak Menindas!”, dan “Copot Fadli Zon!” sebagai bentuk ekspresi penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai melukai rasa keadilan sejarah bangsa.

‎Koordinator Aksi, Aditya Nugraha, dalam orasinya menegaskan bahwa langkah pemerintah untuk mengangkat Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat reformasi dan keadilan sejarah.

‎“Pemerintah seharusnya menghormati sejarah dan penderitaan rakyat, bukan justru memberikan kehormatan kepada sosok yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM, korupsi, dan pembungkaman kebebasan,” ujar Aditya di tengah orasi.

‎Ia menambahkan, Soeharto bukanlah sosok yang pantas dikenang sebagai pahlawan, melainkan sebagai peringatan agar kekuasaan tidak lagi dijalankan dengan cara yang otoriter dan koruptif.

‎“Kami tidak menolak sejarah Soeharto sebagai bagian dari perjalanan bangsa. Tapi mengangkatnya menjadi pahlawan sama saja dengan menutup mata terhadap luka yang ditinggalkan rezim orde baru,” tegasnya.

‎Menurut Aditya, pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto berpotensi menyesatkan generasi muda terhadap pemahaman sejarah Indonesia.

‎“Kami khawatir, generasi muda akan diajarkan untuk melupakan pelanggaran HAM, pembungkaman pers, penculikan aktivis, dan praktik korupsi yang merajalela di masa orde baru. Padahal, semua itu adalah bagian penting dari pelajaran sejarah bangsa yang seharusnya tidak dihapus,” jelasnya.

Baca Juga :  IMC Nilai Pembentukan KNPI Cilegon Tak Transparan, Persatuan Dinilai Gagal

‎Selain menyampaikan orasi, para mahasiswa juga melakukan mimbar bebas untuk menyalurkan aspirasi mereka melalui puisi, lagu perjuangan, dan pembacaan pernyataan sikap. Aksi ini berlangsung damai dan tertib dengan pengawalan dari aparat kepolisian setempat.

‎Dalam pernyataannya, Aditya menegaskan bahwa Komite Suara Sipil bersama mahasiswa akan terus mengawal isu ini dan menyerukan agar pemerintah menghentikan segala bentuk glorifikasi terhadap figur yang memiliki catatan pelanggaran terhadap rakyat.

‎“Kami berdiri di sini bukan sekadar menolak gelar itu, tapi menegaskan kembali bahwa bangsa ini tidak boleh lupa. Jangan biarkan sejarah dikaburkan oleh kepentingan politik. Gelar pahlawan bukan untuk mereka yang menindas, tapi untuk mereka yang berjuang demi rakyat,” kata Aditya.

‎Ia juga menutup orasinya dengan pesan reflektif mengenai makna Hari Pahlawan.

‎“Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni tahunan. Ini momentum bagi kita semua untuk menegaskan bahwa pahlawan sejati adalah mereka yang menegakkan keadilan, menolak penindasan, dan berani mengatakan kebenaran. Soeharto bukan salah satu dari mereka,” pungkasnya.

‎Dengan Soeharto, Aditya berkata, menjadi pahlawan maka sudah tidak bermakna hari pahlawan tersebut.

‎”Kami tidak akan mau kompromi dengan penjahat HAM, Soeharto sudah cocok diberi gelar sebagai penjahat HAM,” tegas Aditya.

‎Aksi kemudian ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap Komite Suara Sipil, yang berisi tuntutan agar pemerintah bersikap transparan dalam penetapan gelar Pahlawan Nasional dan memastikan proses tersebut tidak digunakan untuk memutihkan masa lalu yang kelam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadiri RAPIMNAS IPNU, WAMENKOP Dorong Generasi Muda Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Kopdes Merah Putih
Ketua Umum PBNU Tekankan Kader IPNU Bijak Hadapi Tantangan Zaman di Abad Kedua NU
PB SEMMI Sebut Korban Jambret Jadi Tersangka Keputusan Salah
Wacana Polri Jadi Kementerian Dinilai Kontraproduktif dan Berpotensi Hilangkan Independensi Institusi
IHSG Anjlok 8 Persen Ini Penyebabnya 
Mengenal Sosok yang dapat Menanggulangi Banjir di Jakarta 
Resmi PSSI Ikat Kerja Sama Dengan Apparel Asal Spanyol
Sebanyak 1.914 Jiwa Ngungsi di GOR Gembor Akibat Tanggul Kali Sabi Jebol
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:51 WIB

Hadiri RAPIMNAS IPNU, WAMENKOP Dorong Generasi Muda Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Kopdes Merah Putih

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20 WIB

PB SEMMI Sebut Korban Jambret Jadi Tersangka Keputusan Salah

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:43 WIB

Wacana Polri Jadi Kementerian Dinilai Kontraproduktif dan Berpotensi Hilangkan Independensi Institusi

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:08 WIB

IHSG Anjlok 8 Persen Ini Penyebabnya 

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:18 WIB

Mengenal Sosok yang dapat Menanggulangi Banjir di Jakarta 

Berita Terbaru

Hasil Carabo Cup: Arsenal Menang Tipis 1-0 Atas Chelsea (Foto: The Guardian)

Sepak Bola

Meriam London Singkirkan The Blues Dari Carabao Cup

Rabu, 4 Feb 2026 - 08:46 WIB

The Gunners Pesta Gol di Kandang Leeds United (Foto: DetikSport)

Olahraga

The Gunners Pesta Gol Saat Tandang ke Markas Leeds United

Minggu, 1 Feb 2026 - 19:59 WIB