Budayawan Tanggapi Sachrudin-Maryono Belum Serius Pada Kebudayaan Kota

- Penulis

Senin, 2 Juni 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mukafi Solihin (Kiri) dan Muhammad Rois Rinaldi (Kanan)

Mukafi Solihin (Kiri) dan Muhammad Rois Rinaldi (Kanan)

TANGERANG, PUSATBERITA – Aktivis kebudayaan menyebut sektor Budaya belum menjadi prioritas dalam masa 100 hari kerja Pemerintahan Sachrudin-Maryono. 

 

Demikian dikatakan salah seorang aktivis kebudayaan di Kota Tangerang, Mukafi Solihin. Ia turut mempertanyakan sejauh mana Sachrudin-Maryono fokus pada penerapan Perda Pemajuan Kebudayaan.

 

“Penilaian 100 hari kinerja Wali Kota Tangerang pada bidang budaya ini dengan indikator, bagaimana Perda Pemajuan Kebudayaan menjadi ruh dalam setiap kebijakan yg di ambil dalam 100 hari kerja ini?” Tanya Munafik Solihin yang akrab di panggil Miing, kepada Pemkot Tangerang.

 

Miing menegaskan, sebenarnya Pemkot Tangerang tinggal mengimplementasikan Perda Pemajuan Kebudayaan yang sudah di sahkan oleh DPRD. Untuk konsep maupun idenya itu ada pada keramahan pelakunya saja, dalam hal ini Sachrudin-Maryono sebagai Pemimpinnya.

 

“Tugas pemerintah adalah bagaimana mengelaborasi, memfasilitasi, membuat kebijakan agar setiap ide dan konsep yang berserakan di masyarakat bisa berjalan dengan baik,” tegas Miing.

 

Misalnya, lanjut dia, yang paling mudah dan bisa cepat dilaksanakan adalah bagaimana setiap dinas di pemerintahan membaca ulang Perda Pemajuan Kebudayaan, lalu menyelaraskan seluruh program pembangunannya dengan setiap pasal yang ada.

 

“Misal bagaimana dinas PU dan PERKIM  merencanakan pembangunan, apakah setiap bangunan atau apapun itu sudah selaras dengan budaya kita, atau bagaimana dinas pendidikan bisa memasukkan kelokalan dalam program perencanaan pendidikan di sekolahnya,” terang Miing.

 

Selain soal fokus pada Perda Pemajuan Kebudayaan, Miing juga turut mengomentari perayaan Pehcun yang setiap tahunnya tidak pernah ketinggalan untuk digelar.

Baca Juga :  Dinas Tenaga Kerja Selenggarakan Bimtek, Perkuat Hubungan Industrial

 

Miing berpendapat bahwa gelaran Pehcun selama ini belum merepresentasikan kebudayaan di Kota Tangerang. Pasalnya, pesta budaya Tionghoa itu merupakan inisiatif warga.

 

“Maka sudut pandang yang dipakai untuk menilai apakah keberpihakan Pemkot sudah tinggi terhadap kebudayaan terletak pada kebijakan yang diambil, bukan pada potongan-potongan ceremony baik festival-festival atau yang lainnya,” tutur Miing.

 

Sementara, pendapat dikemukakan juga oleh Sastrawan Indonesia, Muhammad Rois Rinaldi, memandang nilai dan semangat kebudayaan jauh lebih mendalam.

 

“Cara berpikir kebudayaan, kalau orang fokus ke prodak kebudayaan, selebrasi budaya, itu tidak akan bisa membangun manusia yang berbudaya. Itu hanya membangun panggung-panggung yang tidak cukup punya daya untuk mengelola konstruksi pikiran budaya suatu kota,” kata Rois.

 

Rois melanjutkan, dalam kaitannya dengan pemerintahan, penting untuk disadari bahwa tidak semua nilai dalam masyarakat bersumber dari semangat luhur sebagaimana yang dipikirkan secara ideal.

 

“Dalam realitas budaya dan tatanan sosial, nilai acap kali dibentuk oleh dinamika kekuasaan di mana ada nilai-nilai patronase atau sekurang-kurangnya tekanan kekuasaan, kepentingan ekonomi dalam narasi perdagangan yang membentuk nilai tertentu, atau bahkan bias budaya yang telah berlangsung lama semisal tradisi-tradisi yang tidak konstruktif terhadap semangat zaman,” urai Rois.


Artikel Lain: Pemkot Tangerang Laksanakan Upacara Peringati Harlah Pancasila 2025 di Alun-alun Ahmad Yani

Satu tanggapan untuk “Budayawan Tanggapi Sachrudin-Maryono Belum Serius Pada Kebudayaan Kota”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

EN LMND Soroti Seruan “Baku Bunuh” Dari Salah Satu Anggota DPRD Malut
Pastikan Kelancaran Arus Balik Lebaran 2026, BPH Migas Lakukan Kunjungan ke Bakauheni
ASDP Prediksi: Puncak Arus Balik di Bakauheni, 25 Ribu Kendaraan Menuju Jawa
Kawal Potensi Arus Mudik 2026, Menhub dan Wamenhub Intens Tinjau Pelabuhan Ciwandan
Kapolri Tinjau Langsung, Kondisi Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni
Andri Permana Gelar Reses Kedua, Masyarakat Keluhkan Akses BPJS dan Infrastruktur Lingkungan
Pantauan Arus Balik Lebaran 2026 Bakauheni-Merak Lancar
SMIT: Perda No 2 Tahun 2025 Tentang Hilirisasi, Hanya Untungkan Orang Kuat Lokal
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:11 WIB

EN LMND Soroti Seruan “Baku Bunuh” Dari Salah Satu Anggota DPRD Malut

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:05 WIB

Pastikan Kelancaran Arus Balik Lebaran 2026, BPH Migas Lakukan Kunjungan ke Bakauheni

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:43 WIB

ASDP Prediksi: Puncak Arus Balik di Bakauheni, 25 Ribu Kendaraan Menuju Jawa

Sabtu, 28 Maret 2026 - 23:51 WIB

Kawal Potensi Arus Mudik 2026, Menhub dan Wamenhub Intens Tinjau Pelabuhan Ciwandan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:09 WIB

Andri Permana Gelar Reses Kedua, Masyarakat Keluhkan Akses BPJS dan Infrastruktur Lingkungan

Berita Terbaru

Opini

Trump, Iran, dan Mitos Kemenangan Instan

Sabtu, 28 Mar 2026 - 19:09 WIB