Cipayung Plus – Himata Banten Lakukan Aksi Buntut Ucapan “Kampungan” Kadisdikbud Banten

- Penulis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 00:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Orasi. Foto: Istimewa

Orasi. Foto: Istimewa

SERANG, PUSATBERITA – Cipayung Plus Kota Tangerang bersama Himata Banten Raya melakukan aksi protes di depan kantor Gubernur Banten, Jumat (20/6) 2025. Aksi protes ini merupakan kemarahan atas sikap Plh. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Banten, Lukman yang menyebut warga Kota Tangerang sebagai kampungan.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Lapangan, Elwin Mendrofa, bahwa persoalan ini merupakan bentuk arogansi birokrat yang anti kritik

“Ia (Lukman) menyatakan bahwa rakyat (Kota Tangerang) susah diatur dan kampung hal ini menurut kami memiliki indikasi sifat yang otoriter,” kata Elwin.

Elwin juga melanjutkan, secara harafiah kalimat tersebut ditunjukkan kepada rakyat, yang dimana jika merujuk pada UUD 1945 ayat 1 pasal 2 menyatakan kedaulatan ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang.

“Dalam arti luas kalimat tersebut merupakan unsur penghinaan kepada warga Kota Tangerang dan mengandung pelanggaran terhadap integritas ASN tentang moralitas, jelas sangat menyakiti hati Masyarakat,” tambah Elwin.

Persoalan ini jika melihat dari lensa pendekatan peraturan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Bab II Pasal 5 huruf (c) yang berbunyi “melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan” dan (d) “melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan”.

Dinilai tidak hormati rakyat, Elwin berkata, sebagai pejabat publik yang membidangi wilayah Pendidikan tidak seharusnya mengucapkan perkataan bersifat merendahkan.

Baca Juga :  Forum PPPK Teknis Kota Tangerang Pertanyakan Pernyataan Ketua DPRD

“Suri tauladan justru sudah melekat sejak dalam pikiran apalagi ini sekelas instansi ditingkat pemerintahan Provinsi Banten,” ucapnya.

Diakhir wawancara, Elwin berharap pemerintah fokus berkonsentrasi menciptakan ruang pelayanan yang baik dan bijak kepada publik. Hal ini merupakan faktor utama jika ingin menciptakan birokrasi yang bersih, berkeadilan dan profesional.

“Sangat menyayangkan sikap Plh. Kadisdikbud Provinsi Banten yang juga sebagai pimpinan sebuah instansi tidak mampu menjalankan prinsip-prinsip pelayanan publik,” pungkasnya.

Berdasarkan uraian di atas, massa aksi yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Tangerang dan Himata Banten Raya menyatakan empat poin tuntutan:

1. Mendesak Plh. Kadisdikbud Prov.Banten untuk meminta maaf secara terbuka dihadapan masyarakat Kota Tangerang.

2. Memohon kepada Gubernur Banten agar memberikan Pendidikan khususnya kepada Plh. Kadisdikbud Prov. Banten dalam pembentukan karakter.

3. Mendesak Gubernur Banten untuk mencopot dan melakukan mutasi jabatan terhadap Plh. Kadisdikbud Prov. Banten.

4. Mendesak Anggota DPRD Prov. Banten Komisi V agar menanggapi respon Plh. Kadisdikbud Prov. Banten terhadap warga Kota Tangerang


Artikel Lain: SEMMI Tangerang Angkat Bicara Atas Tudingan Pemkot Tangerang

 

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi
Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY
KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan
Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar
Apel Pagi Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Tekankan Tiga Aspek Kedisiplinan Pegawai
Seni Betawi Semarakkan Hajatan Budaya Batuceper 2026
Benyamin Patondok Motivasi Mahasiswa IAKN Toraja: Bangun Disiplin, Kemandirian, dan Masa Depan Gemilang
Berita ini 27 kali dibaca

1 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 12:59 WIB

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 16:53 WIB

Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar

Berita Terbaru

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB

Foto: Yoyok/Humas Kemensetneg

Nasional

Skandal Penyadapan, Prabowo Copot Listyo Sigit

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:19 WIB

Massa dari Forum Kebangsaan DIY menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di ruang rapat DPRD DIY, sebagai bentuk protes sekaligus mendesak pemakzulan Gibran, rabu (24/11) siang (Foto/radioelshinta)

Yogyakarta

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:59 WIB