Digitalisasi Parkir Stadion Benteng, SEMMI: Ancam Ekonomi Rakyat

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stadion Benteng Reborn (foto/Wikipedia)

Stadion Benteng Reborn (foto/Wikipedia)

‎TANGERANG, PUSATBERITA – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Tangerang mengkritisi rencana penerapan sistem parkir digital di kawasan Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang.

‎Dalam keterangannya, Selasa (22/6/2026), Sekretaris Umum SEMMI Tangerang, Aditya Nugraha, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang agar tidak mengurangi akses masyarakat terhadap fasilitas publik.

‎Aditya mengatakan bahwa digitalisasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai simbol kemajuan teknologi. Menurutnya, kebijakan publik harus tetap berorientasi pada kemudahan, keadilan, dan kepentingan masyarakat.

‎”Jangan sampai digitalisasi hanya menjadi jargon modernisasi. Ukuran keberhasilan kebijakan publik bukan seberapa canggih sistemnya, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Aditya.

‎Ia menilai Stadion Benteng merupakan ruang publik yang harus tetap mudah diakses semua kalangan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kebijakan parkir digital tidak berubah menjadi bentuk komersialisasi fasilitas publik yang justru membatasi akses masyarakat.

‎Aditya menilai kebijakan parkir digital berpotensi menjadi paradoks jika hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah tanpa memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat sekitar yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas parkir dan ekonomi di kawasan Stadion Benteng.

Baca Juga :  Dua Pejabat Pemerintah Kabupaten Tangerang Dilaporkan Ke KPK

‎”Jangan sampai pemerintah sibuk mengejar PAD, tetapi lupa menjaga pendapatan rakyat. Jika pemasukan daerah naik sementara masyarakat sekitar kehilangan ruang ekonominya, itu bukan kemajuan, melainkan paradoks kebijakan,” tegasnya.

‎Ia menekankan bahwa penerapan parkir digital harus dilihat dari perspektif sosiologis, bukan semata perubahan sistem teknis. Menurutnya, setiap kebijakan publik memiliki dampak sosial yang nyata, terutama terhadap relasi warga dengan ruang publik dan keberlangsungan ekonomi masyarakat sekitar.

‎”Ruang publik bukan hanya soal tata kelola, tetapi juga ruang hidup sosial masyarakat. Karena itu, digitalisasi tidak boleh mengubah akses warga menjadi lebih terbatas atau menciptakan jarak sosial baru. Stadion Benteng harus tetap menjadi ruang yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat,” pungkas Aditya.

‎Terakhir Aditya menambahkan, modernisasi harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan dari seberapa canggih sistem yang diterapkan. Menurutnya, setiap kebijakan publik harus berlandaskan prinsip keadilan sosial dan keberpihakan kepada warga sebagai pengguna utama fasilitas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026
Hafidz Firdaus Serap Aspirasi, Macet dan Banjir Poris Jadi Prioritas
Kebakaran Besar Pabrik Karet di Tanah Tinggi Kota Tangerang
‎Konfercab II GAMKI Kota Tangerang Pilih Gesuri Mesias sebagai Ketua Umum
Lintas Relawan Pondok Aren Gelar Kolaborasi Kesiagaan Bencana
Erry Indriani: Kecemasan Fresh Graduate Bukan Karena Lemah Mental
Poros Baru Tangerang: Hentikan MBG, Tolak Geothermal, Kritik Aktivis Karbitan
PIM Desak Buka Data, Anggaran Mamin Kecamatan Pasar Kemis Capai Rp1,7 Miliar
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:30 WIB

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 13:37 WIB

Digitalisasi Parkir Stadion Benteng, SEMMI: Ancam Ekonomi Rakyat

Senin, 22 Juni 2026 - 01:05 WIB

Hafidz Firdaus Serap Aspirasi, Macet dan Banjir Poris Jadi Prioritas

Senin, 22 Juni 2026 - 00:45 WIB

Kebakaran Besar Pabrik Karet di Tanah Tinggi Kota Tangerang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:05 WIB

Lintas Relawan Pondok Aren Gelar Kolaborasi Kesiagaan Bencana

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies STISNU Nusantara Kota Tangerang (foto/istimewa)

Opini

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:51 WIB