CILEGON, PUSAT-BERITA – Pihak SMA Negeri 1 menerapkan sistem pembagian waktu atau termin dalam pelaksanaan pengambilan rapor siswa guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di lingkungan sekolah. Kebijakan ini diambil mengingat jumlah siswa SMAN 1 yang mencapai sekitar 1.350 orang serta keterbatasan lahan parkir yang tersedia.
Pihak sekolah menjelaskan, pengambilan rapor tidak memungkinkan dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu. Oleh karena itu, sekolah membagi jadwal pengambilan rapor menjadi minimal tiga termin. Setiap termin memiliki jarak waktu sekitar dua setengah jam agar orang tua siswa memiliki kesempatan memarkir kendaraan di sekitar sekolah.
“Kalau dilakukan sekaligus, jelas tidak memungkinkan karena keterbatasan parkir. Dengan pembagian termin, setidaknya bisa mengurangi penumpukan kendaraan,” ujar Kepala Sekolah SMA 1 Cilegon Agus Panca Susilo.
Meski demikian, diakui bahwa kondisi tersebut tetap berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Parkir kendaraan roda empat di sepanjang jalan sekitar sekolah kerap memakan sebagian badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak SMAN 1 selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai dari Polsek yang berada di depan sekolah, Koramil setempat, hingga masyarakat yang mengelola titik-titik parkir di sekitar lingkungan sekolah.
Selain itu, sekolah juga mengikuti imbauan pemerintah terkait gerakan pengambilan rapor oleh para ayah di akhir semester. Dalam pelaksanaannya, pengambilan rapor diperbolehkan dilakukan oleh siapa saja dari orang tua siswa, baik ibu maupun ayah.
Namun, sekolah mendorong agar para ayah dapat hadir langsung dalam pengambilan rapor. Hal ini bertujuan agar wali kelas dapat berkomunikasi dan berdialog langsung dengan para ayah terkait perkembangan anak di sekolah.
“Biasanya ketika ayah yang datang, responnya lebih cepat. Pemerintah juga berharap para ayah lebih peduli terhadap pendidikan anak, tidak hanya diserahkan sepenuhnya kepada ibu,” jelasnya.
Pihak sekolah menegaskan, imbauan tersebut bersifat tidak wajib. Sekolah tidak memaksakan kehadiran ayah dalam pengambilan rapor, namun berharap partisipasi para ayah dapat meningkat sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan perkembangan anak.
Seluruh informasi terkait jadwal dan imbauan pengambilan rapor disampaikan secara resmi melalui surat edaran dan dibagikan kepada orang tua siswa melalui grup komunikasi yang tersedia.











