Expedition Camp 2025 Residensi Performance Art Lintas Negara

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah seniman sedang menampilkan pertunjukan di Kuil Durga Ma, Kamis (16/10) 2025 (foto/istimewa).

TANGERANG, PUSATBERITA – Semanggi Center bersama Umah Budaya Kaujon menggelar residensi performance art lintas negara yang dinamakan Expedition Camp 2025 selama 10 hari sejak tanggal 14 s/d 22 Oktober 2025.

‎Kegiatan ini mempertemukan para performer art dengan latar belakang berbeda, mulai dari musik, tari, hingga seni visual. Konsepnya menggabungkan berbagai bentuk ekspresi seni dalam satu ruang interaksi terbuka.

‎Kurator Expedition Camp, Ferial Affif menjelaskan, bahwa setiap peserta diajak untuk merespons ruang, waktu, dan interaksi sesama seniman melalui aksi performatif spontan.

‎”Kegiatan ini menjadi ajang eksplorasi dan pembelajaran bersama antar performer,” ucap Ferial saat diwawancarai, Kamis (16/10) 2025.

‎Sebanyak 14 partisipan, Ferial berkata, dari berbagai negara ikut ambil bagian, di antaranya Indonesia, Jepang, Taiwan, Vietnam, dan India.

Lan Huang (berdiri) seniman asal Taiwan (foto/istimewa).

‎Pada konsepnya para seniman melakukan observasi ke lima situs ikonik dan bersejarah sebelum mereka menampilkan pertunjukan. Mulai dari Kelenteng Mpe Peh Cun, Kuil Durga Maa di Kota Tangerang, Benteng Speelwijk, Kerkhoff dan Vihara Avolokistevara berlokasi di Serang, Banten.

‎”Kami ingin para seniman merasakan langsung ruang dan atmosfernya, lalu meresponsnya lewat karya performatif,” ungkap Al sapaan akrab dari Ferial.

‎Kegiatan ini juga berpeluang bagi banyak seniman asal Banten. Menurut Ferial, seniman asal Banten memiliki peran penting dalam kegiatan ini karena mewakili identitas lokal yang kuat.

Baca Juga :  Kapolsek Benda Semarakkan Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 bersama Masyarakat

‎“Yang dari luar negeri kebanyakan satu orang per negara. Tapi yang penting justru para performer lokal dari Provinsi Banten,” tutur Ferial.

‎Ferial berkata, inti dari Expedition Camp adalah sharing session yang menjadi wadah berbagi pengetahuan antar seniman. Setiap peserta mendapat waktu satu jam untuk berbagi pengalaman dan keterampilan kepada partisipan lain.

‎“Total ada 14 sesi selama empat hari tiga malam. Harapannya, semua peserta bisa saling belajar dan memproduksi pengetahuan baru tentang seni pertunjukan di Asia,” kata Ferial.

‎Terakhir, Ferial mengatakan, bahwa pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan sejumlah tokoh seni seperti Putri, Rau-Rau, dan tim Semanggi Amazing Team. Adapun implementasi lapangan dikelola penuh oleh Semanggi Center.

‎“Implementasi di lapangan dipegang oleh Semanggi Center. Untuk mengundang seniman, kami berdiskusi bersama melalui jaringan seni yang tersebar di Asia,” tutup Ferial.

‎Setelah program Expedition Camp 2025 usai, panitia berencana membukukan hasil dokumentasi kegiatan ini. Tujuannya agar pengetahuan yang dihasilkan dapat disebarluaskan dan menjadi referensi seni pertunjukan di Asia.

‎Ini menjadi momentum bagi para seniman dalam memperkaya wawasan antar lintas budaya, memperkuat jejaring performer Asia, dan menjadi ruang pembelajaran bagi seniman muda di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPD GAMKI Jawa Barat: Wacana Geser Polri, Ancaman Serius Bagi Supremasi Hukum
Panitia Natal Nasional Bantu Warga Langowan, Manado dan Tomohon
Banjir Bandang Landa Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Akibat Hujan Lebat
Warga Duren Village Tangerang keluhkan Tanggul Terlalu Pendek
19 Tahun Aksi Kamisan Negara Putihkan Pelanggaran HAM Berat
Titik Temu Demitologi dan Teologi dalam Menganalisa Bencana Alam
Mapala Se-Indonesia Dirikan Posko Kemanusiaan, Jalankan 4 Program Tanggap Bencana di Aceh Tengah
‎Mapala Se-Indonesia Tanggap Bencana Banjir Longsor Aceh Tengah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:53 WIB

DPD GAMKI Jawa Barat: Wacana Geser Polri, Ancaman Serius Bagi Supremasi Hukum

Senin, 26 Januari 2026 - 20:10 WIB

Panitia Natal Nasional Bantu Warga Langowan, Manado dan Tomohon

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:14 WIB

Banjir Bandang Landa Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Akibat Hujan Lebat

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:45 WIB

Warga Duren Village Tangerang keluhkan Tanggul Terlalu Pendek

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:33 WIB

19 Tahun Aksi Kamisan Negara Putihkan Pelanggaran HAM Berat

Berita Terbaru

Hasil Carabo Cup: Arsenal Menang Tipis 1-0 Atas Chelsea (Foto: The Guardian)

Sepak Bola

Meriam London Singkirkan The Blues Dari Carabao Cup

Rabu, 4 Feb 2026 - 08:46 WIB

The Gunners Pesta Gol di Kandang Leeds United (Foto: DetikSport)

Olahraga

The Gunners Pesta Gol Saat Tandang ke Markas Leeds United

Minggu, 1 Feb 2026 - 19:59 WIB