‎Mapala Se-Indonesia Tanggap Bencana Banjir Longsor Aceh Tengah

- Penulis

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Aksi Kemanusiaan Mapala Se-Indonesia Tanggap Bencana Banjir dan Longsor di Aceh Tengah (Foto/Istimewa).

Tim Aksi Kemanusiaan Mapala Se-Indonesia Tanggap Bencana Banjir dan Longsor di Aceh Tengah (Foto/Istimewa).

ACEH TENGAH, PUSATBERITA — Respon cepat tim aksi kemanusiaan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Se-Indonesia pada bencana banjir dan longsor di Desa Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, hingga Selasa (23/12) 2025.

‎Melalui Pusat Koordinasi Nasional (PKN) Mapala Se-Indonesia melakukan aksi kemanusiaan seperti penyaluran sembako dan bahan bakar. Selain itu, berkolaborasi dengan Puskesmas Pembantu Desa Pantan Nangka memberikan konsultasi medis.

‎”Iya kami juga aktif melakukan tauma healing ke anak-anak sekolah yang sedang libur, serta pemulihan awal bagi masyarakat terdampak,” ungkap Muhammad Yusril Sudarmin selaku koordinator PKN.

‎Berdasarkan laporan terkini di Desa Pantan Nangka Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah, bencana tersebut berdampak signifikan terhadap puluhan warga.

‎Yusril menuturkan bahwa data korban ‎seperti kelompok rentan menjadi kelompok yang paling terdampak.

‎”Sebanyak 15 lansia, 58 orang dewasa, 25 remaja, serta 15 balita terdampak langsung oleh banjir dan longsor,” ungkap Yusril.

Mapala se-Indonesia lakukan aksi kemanusiaan di bencana Aceh Tengah (foto/istimewa).

‎Sehingga berdasarkan data tersebut total korban yang terdampak berasal dari puluhan kepala keluarga yang kini menghadapi kondisi darurat dengan keterbatasan akses dan sarana hidup dasar.

‎Selain itu, kata Yusril, korban jiwa dan pengungsi bencana tersebut menyebabkan kerusakan besar pada sektor permukiman. Tercatat sejumlah 9 unit rumah warga dilaporkan rusak total, 28 unit mengalami rusak berat, dan 17 unit rusak ringan.

‎”Secara keseluruhan, terdapat 54 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung,” ujar Yusril Sudarmin.

‎Kondisi Akses Jalan Rusak Parah

‎Dampak bencana membuat akses jalan utama menuju desa mengami kondisi kerusakan parah. Kurang lebih sepanjang 300 meter akses jalan desa terputus.

‎Hingga saat ini akses hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, sehingga menghambat mobilisasi bantuan dan aktivitas warga.

‎Kondisi Arus Listrik dan Jaringan Air Bersih

‎Selanjutnya dampak terjadi terhadap aliran listrik yang padam, serta jaringan air bersih mengalami kerusakan. Dari hal tersebut berpengaruh pada sektor pertanian warga seluas 25 hektare yang juga tertimbun material longsor berpotensi mengganggu ketahanan pangan masyarakat dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Pengelolaan Sampah Di Kabupaten Tangerang Dinilai Semakin Baik

‎Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga, tetapi juga pada fasilitas umum yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat.

‎Fasilitas Umum Dilaporkan Kerusakan Serius

‎Fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan serius, diantaranya SD Negeri 11 Linge yang rusak total dengan 9 ruang kelas belajar, serta TK Negeri Pantan Nangka Linge yang mengalami rusak berat.

‎Selain itu, rumah guru sebanyak 6 unit rusak total, 46 rumah warga terdampak dengan kategori rusak berat hingga ringan, serta dua jembatan penghubung desa yang mengalami kerusakan, termasuk jembatan gantung yang rusak berat.

‎Menanggapi kondisi tersebut, Mapala Se-Indonesia menyampaikan bahwa hadirnya di lokasi Bencana bukan hanya sebagai relawan tanggap darurat, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan komitmen gerakan mahasiswa pecinta alam dalam isu kemanusiaan dan kebencanaan.

‎Tim aksi kemanusiaan juga turut membantu masyarakat dalam proses pemakaman di Desa Pantan Nangka.

‎“Mapala Se-Indonesia hadir membersamai masyarakat, membantu pemulihan awal, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi. Kami juga mendorong adanya perhatian serius dari berbagai pihak terhadap upaya relokasi warga yang berada di daerah rawan serta percepatan perbaikan akses jalan utama menuju Desa Patan Nangka,” tambah Yusril

‎Mapala Se-Indonesia berharap sinergi antara relawan, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi percepatan pemulihan pascabencana. Selain itu, dukungan dari berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan secara berkelanjutan.

‎Dengan semangat Salam Lestari, Mapala Se-Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap aksi kemanusiaan, menjaga nilai solidaritas, serta memperjuangkan keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat di wilayah rawan bencana.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Purbaya Dicopot, Fathorrahman Soroti Pengaruh Jokowi hingga Oligarki
‎Emrus Ungkap Komunikasi Prabowo-Purbaya Dingin, Isu Pangkas MBG Disorot
SEMMI Tangerang Soroti Pencopotan Purbaya Usai Bicara Pangkas MBG
Seniman Gelar Aksi Tolak Komersialisasi Taman Ismail Marzuki
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia
Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan
Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo
PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai
Berita ini 196 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WIB

Purbaya Dicopot, Fathorrahman Soroti Pengaruh Jokowi hingga Oligarki

Senin, 14 September 2026 - 23:30 WIB

‎Emrus Ungkap Komunikasi Prabowo-Purbaya Dingin, Isu Pangkas MBG Disorot

Senin, 14 September 2026 - 19:51 WIB

SEMMI Tangerang Soroti Pencopotan Purbaya Usai Bicara Pangkas MBG

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Seniman Gelar Aksi Tolak Komersialisasi Taman Ismail Marzuki

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:55 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia

Berita Terbaru

Ketua DPD Generasi Muda Pujakesuma Kabupaten Bogor Ripan Ardiana mendesak transparansi dan evaluasi pengelolaan Lapas Kelas IIA Cibinong. (Foto/dokumen pribadi)

Jawa Barat

Ripan Ardiana Desak Transparansi Pengelolaan Lapas Cibinong

Rabu, 23 Sep 2026 - 18:53 WIB

Ilustrasi Satpol PP Kabupaten Tangerang

Banten

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah

Senin, 21 Sep 2026 - 18:25 WIB