Finalisasi Data Non-ASN di Patia Disorot: Diduga Ada Ketidaktepatan Verifikasi di Sejumlah Sekolah

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jubaedi ketua Koalisi Intelektual Peduli Bangsa (KIPB)

Jubaedi ketua Koalisi Intelektual Peduli Bangsa (KIPB)

PANDEGLANG, PUSATBERITA — Proses finalisasi data Non-ASN tahun 2022 yang menjadi dasar pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu (PW) di wilayah Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, kembali menuai perhatian publik.

Jubaedi selaku ketua Koalisi Intelektual Peduli Bangsa (KIPB) sekaligus ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Patia menyoroti adanya dugaan ketidaktepatan administrasi dalam proses verifikasi data di beberapa sekolah di kecamatan patia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, di beberapa satuan pendidikan, seperti SDN Cimoyan 3 dan SDN Pasirgadung 1, terdapat tenaga paruh waktu yang diduga memiliki rangkap jabatan atau baru terdata menjelang penutupan pendataan tahun 2022. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait ketepatan dan keakuratan data Non-ASN yang telah difinalisasi.

Jubaedi menyampaikan, sebagian tenaga yang tercatat dalam data PPPK Paruh Waktu dan diketahui pula Operator Sekolah SDN Cimoyan 3 (OPS) masih memiliki keterlibatan aktif di instansi pemerintahan lain di tingkat desa. “Kami hanya berharap data yang masuk benar-benar diverifikasi dengan cermat, agar tidak menimbulkan ketimpangan di antara sesama tenaga honorer,” ujar jubaedi.

Jubaedi juga menilai, potensi rangkap jabatan dan kelalaian verifikasi data bisa terjadi akibat lemahnya pengawasan di tingkat sekolah dan korwil pendidikan. Menurutnya, penting bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang untuk segera melakukan audit faktual guna memastikan seluruh data Non-ASN yang diusulkan telah sesuai dengan ketentuan peraturan.

Sebagaimana diatur dalam Surat Menteri PANRB Nomor B/1511/M.SM.01.00/2022, hanya tenaga Non-ASN yang aktif per 31 Desember 2021, mendapatkan honor dari APBD atau APBN, serta tidak memiliki jabatan lain di instansi pemerintah, yang dapat diusulkan dalam data finalisasi.

Baca Juga :  Wakil Bupati Pidie Jaya Diduga Lakukan kekerasan Terhadap Kepala Dapur MBG

Jubaedi juga telah berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Patia dan Ketua PGRI setempat, namun hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh tanggapan resmi.

Jubaedi berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang segera melakukan pemeriksaan menyeluruh, memperbaiki sistem pendataan, serta menegakkan prinsip transparansi dan keadilan dalam proses penetapan tenaga Non-ASN. “Kalau ada kekeliruan data, sebaiknya dibuka dan diperbaiki secara terbuka, supaya tidak ada kecurigaan publik,” ujarnya.

Langkah transparan dan evaluatif dinilai penting untuk menjaga integritas dunia pendidikan di daerah, sekaligus mencegah munculnya kesan adanya praktik nepotisme atau penyalahgunaan kewenangan dalam proses pendataan Non-ASN.

Dengan berbagai temuan dan pertanyaan publik yang muncul, proses finalisasi data Non-ASN di wilayah kecamatam patia menjadi ujian penting bagi transparansi dan profesionalitas pengelolaan pendidikan di Kabupaten Pandeglang. Pemerintah daerah diharapkan mampu merespons dengan langkah yang terbuka, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sistem kepegawaian tetap terjaga.

Keterbukaan informasi, verifikasi yang ketat, dan evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar pendataan Non-ASN benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Dengan demikian, proses pengangkatan PPPK tidak hanya sekadar formalitas administratif, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan yang layak bagi tenaga honorer yang selama ini mengabdikan diri untuk dunia pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tancap Gas! DMI Kota Tangerang Periode 2026–2031 Turun Ke kampung, Serap Aspirasi DKM Se-kota
Dinkes Kota Tangerang Keluarkan Peringatan Keras Usai Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel
‎ASPPHAMI Banten Prihatin atas Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel
Warga BMR Melakukan Aksi di Ruas Jalan Perbatasan BMR-Minahasa
Puluhan Massa FORTAB Geruduk PUPR Kota Tangerang, Tuntut Tanggung Jawab Jalan Rusak yang Memakan Korban
DPP HAPI Lantik Advokat Banten untuk Perkuat Penegakan Hukum
IPNU Komisariat UPG Soroti Pengelolaan Anggaran Dindikbud Kabupaten Serang
Kabel Terjuntai Depan Kampus Raharja Bahayakan Pengguna Halte
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:55 WIB

Tancap Gas! DMI Kota Tangerang Periode 2026–2031 Turun Ke kampung, Serap Aspirasi DKM Se-kota

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:51 WIB

‎ASPPHAMI Banten Prihatin atas Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:22 WIB

Warga BMR Melakukan Aksi di Ruas Jalan Perbatasan BMR-Minahasa

Senin, 9 Februari 2026 - 22:38 WIB

Puluhan Massa FORTAB Geruduk PUPR Kota Tangerang, Tuntut Tanggung Jawab Jalan Rusak yang Memakan Korban

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:00 WIB

DPP HAPI Lantik Advokat Banten untuk Perkuat Penegakan Hukum

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Lingkungan

PERUMDA TKR Kab Tangerang Pastikan Air Aman dan Layak Konsumsi

Kamis, 12 Feb 2026 - 17:49 WIB

Ribuan orang berkumpul di seluruh Australia pada hari Senin (9/2/2026) untuk menolak kedatangan Presiden Israel Isaac Herzog, yang melakukan kunjungan ke beberapa kota untuk menyatakan solidaritas dengan komunitas Yahudi Australia setelah penembakan massal yang menewaskan banyak orang tahun lalu. (REUTERS/Jeremy Piper).

Internasional

‎Australia Chaos! Tuntut Tangkap Presiden Israel Saat Kunjungan

Rabu, 11 Feb 2026 - 22:12 WIB