Forum Rakyat Muslim Indonesia Desak Pecat Oknum Ulama Terkait Intimidasi Korban Pelecehan

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Rakyat Muslim Indonesia Gelar Aksi Depan Kantor MUI (Foto: Istimewa)

Forum Rakyat Muslim Indonesia Gelar Aksi Depan Kantor MUI (Foto: Istimewa)

JAKARTA, PUSATBERITA – Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta mendadak ramai oleh massa aksi dari Forum Rakyat Muslim Indonesia pada Senin (02/03/2026).

Massa menuntut tindakan tegas terhadap salah satu pengurus Komisi Fatwa MUI Pusat, Muhamadun yang diduga melakukan intimidasi terhadap korban pelecehan seksual di lingkungan universitas.

Koordinator Lapangan aksi, Yadon, dalam orasinya menyampaikan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk solidaritas terhadap korban sekaligus upaya menjaga marwah institusi ulama dari oknum yang menyalahgunakan wewenang.

Dalam keterangannya di depan awak media, Yadon menegaskan bahwa tindakan Muhamadun merupakan pengkhianatan terhadap nilai-nilai moral.

“Kami datang ke sini bukan untuk menjatuhkan institusi MUI, melainkan untuk membersihkannya dari oknum yang tidak punya empati. Bagaimana mungkin seorang anggota Komisi Fatwa, yang seharusnya menjadi rujukan moral, justru diduga menekan korban pelecehan agar mencabut laporan polisi? Ini adalah praktik obstruction of justice yang nyata!” tegas Yadon.

Yadon menambahkan bahwa dugaan intimidasi yang terjadi di UIBBC merupakan potret buruk relasi kuasa di institusi pendidikan dan keagamaan.

“Kami membawa tiga tuntutan utama, atau Tritura Mahasiswa, yang tidak bisa ditawar lagi. Dr. Muhamadun harus keluar dari MUI, dan proses hukum di Polres Cirebon harus berjalan tanpa intervensi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Maluku Utara di Jabodetabek, Gelar Aksi di DPP Partai Demokrat dan Mabes Polri

Berdasarkan kajian singkat yang dibagikan saat aksi, Forum Rakyat Muslim Indonesia menekankan tiga poin krusial:

  1. Pemecatan Tidak Hormat: Mendesak MUI Pusat segera memecat Dr. Muhamadun, M.Si. karena tindakannya dianggap mencoreng citra ulama.
  2. Penegakan UU TPKS: Mendorong Satgas PPKS dan aparat penegak hukum untuk menjerat pelaku dengan pasal penghalangan penyidikan sesuai UU No. 12 Tahun 2022.
  3. Stop Kriminalisasi Korban: Menuntut perlindungan penuh bagi korban dari tekanan struktural pihak kampus dan mendesak Rektorat UIBBC untuk berhenti menutupi kasus pelecehan ini.

Aksi ini juga menyoroti pelanggaran Pasal 19 UU TPKS, di mana segala bentuk ancaman agar korban mencabut laporan merupakan tindak pidana.

Yadon menilai, penggunaan pengaruh jabatan sebagai Wakil Rektor untuk membungkam korban adalah pelanggaran etika berat yang tidak boleh ditoleransi oleh masyarakat muslim maupun civitas akademika.

Massa aksi mengultimatum, jika tuntutan tidak segera dipenuhi, pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar ke Kantor MUI Pusat di Jakarta.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sikap Cipayung Plus DKI Jakarta: Evaluasi Dua Tahun Rezim Salah Urus!
Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara
Indri Damayanthi: Perempuan Bukan Pelengkap Persatuan
Mahasabha XIII PHDI, Wisnu Bawa Tenaya: Pak Dunia Jangan Mau Diadu Domba, Kita Sama-Sama Jenderal
Wasekjend PB HMI Pertanyakan Dasar Surat Pendidikan Gibran
PW PII Jakarta: Pendidikan Gratis yang Merata atau Hanya Kota-kota Besar Saja
Basudara Aman Rangkul Aktivis Muda Sulut di Jakarta, Dorong Pembangunan Daerah
Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan
Berita ini 348 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Sikap Cipayung Plus DKI Jakarta: Evaluasi Dua Tahun Rezim Salah Urus!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Indri Damayanthi: Perempuan Bukan Pelengkap Persatuan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Mahasabha XIII PHDI, Wisnu Bawa Tenaya: Pak Dunia Jangan Mau Diadu Domba, Kita Sama-Sama Jenderal

Sabtu, 26 September 2026 - 05:03 WIB

Wasekjend PB HMI Pertanyakan Dasar Surat Pendidikan Gibran

Berita Terbaru

Foto/PDAM Tirta Benteng

Banten

Milad Perumda TB, Sachrudin: Layanan Harus Kian Andal

Senin, 12 Okt 2026 - 15:49 WIB