‎GERAM Gelar Aksi Buntut Dua Orang Tewas Terlindas di Tangerang

- Penulis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orasi Aditya Nugraha Dalam Aksi Unjuk Rasa (Dok.Istemewa)

Orasi Aditya Nugraha Dalam Aksi Unjuk Rasa (Dok.Istemewa)

TANGERANG, PUSATBERITA – Gerakan Rakyat dan Mahasiswa (GERAM) melayangkan kecaman keras terhadap insiden tragis yang menewaskan dua orang warga terlindas truk dalam waktu satu hari di Kota Tangerang, Rabu kemarin (8/10) 2025.

‎Buntut insiden ini, GERAM menggelar aksi sebagai bentuk protes lantaran truk tanah tersebut kerap beroperasi di luar jam operasional, sehingga sering menimbulkan kecelakaan. Aksi digelar di Jalan pembangunan 3, Kel. Karang Anyar, Kec. Neglasari, Kota Tangerang, Kamis, (09/10) 2025.

‎Hal ini disampaikan Koordinator Lapangan, Aditya Nugraha, bahwa aksi ini bentuk kepedulian terhadap nyawa orang yang tidak bisa dibayar dengan apapun.

‎“Kejadian ini bukan kali pertama terjadi, ini disebabkan masih banyaknya truk tanah yang beroperasi di luar jam operasional yang tidak patuh dengan Perwal [Peraturan Walikota] No. 93 Tahun 2022,” Kata Aditya dalam oratornya.

‎Tidak bertanggung jawab, Aditya berkata, dari pihak pemilik mobil yang notabene dimiliki perusahaan pengembang.

‎”Pasalnya, salah satu sopir yang melindas salah satu korban dikabarkan masih berumur 15 tahun, ini sangat melanggar aturan dan hukum yang berlaku,” tambah Aditya.

‎Selain itu, Aditya menegaskan, sebagai pihak yang terlibat seyogyanya langsung bereaksi untuk bertanggung jawab baik secara moral maupun hukum.

‎”Kami sarankan pihak terkait [Perusahaan dan Pemkot Tangerang] untuk tunjukan sikap peduli terhadap korban dan memastikan bahwa aktivitas logistik dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak membahayakan keselamatan warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Cilegon: Kekerasan Aparat Adalah Pengkhianatan Reformasi 

‎Senada dengan Aditya, Holid salah satu demonstran mengatakan, aksi ini digelar bentuk kekesalan atas kejadian yang terus terjadi.

‎”Ini bukan soal berapa banyak korban, melainkan bagian dari perangkat sosial yang harus tetap berjalan,” terang Holid.

‎Holid berkata, bisa-bisanya dalam satu hari ada dua nyawa melayang yang jelas telah melanggar aturan hukum.

‎Dalam aksi tersebut GERAM melayangkan tuntutan aksi yang harus dilakukan serius oleh pemerintah Kota Tangerang:

‎1. Evaluasi menyeluruh terhadap Peraturan Walikota Tangerang No. 93 Tahun 2022, termasuk efektivitas penerapannya di lapangan.

‎2. Penegakan hukum yang tegas terhadap sopir dan pemilik truk tanah yang melanggar jam operasional.

‎3. Peningkatan jumlah dan kualitas pengawasan di titik-titik rawan, termasuk pemasangan CCTV dan pos pengawasan aktif.

‎4. Pemberian kompensasi dan permintaan maaf resmi dari pihak terkait kepada keluarga korban yang meninggal akibat kelalaian pengawasan.

‎5. Menuntut Pemerintah Kota Tangerang memberikan santunan kepada korban.

‎6. Mendesak Wali Kota Tangerang untuk perintahkan pengusaha transportasi untuk memberikan santunan kepada korban, tanpa perjanjian pembebasan untuk sopir yg menghilangkan nyawa masyarakat Kota Tangerang.

‎Dalam aksinya, GERAM akan terus mengawal kejadian ini dan meyakini akan mengadakan aksi yang lebih tebal dan masif dikemudian hari.

Satu tanggapan untuk “‎GERAM Gelar Aksi Buntut Dua Orang Tewas Terlindas di Tangerang”

  1. Seperti berita-berita yang sebelumnya telah dibuat, bahwasanya pemerintah harus tegas dalam mengambil kebijakan dan prosedur operasional dari pengoperasian mobil tanah tersebut.
    sebagaimana yang kita ketahui tingkat kematian semakin bertambah karena kelalaian/kesengajaan yang dibuat aparat, maka dari itu pemerintah harus bersikap tegas dalam menangani hal receh seperti itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PC SAPMA PP Kota Tangerang Gelar Santunan Dalam Keberkahan Ramadhan
Mangkrak dan Tak Berfungsi, Gedung Posyantek Sepatan Disorot Aktivis
Perkuat Ukhuwah, Damkar Pondok Aren Gelar Berbagi Takjil di Area Alun-Alun
Jelang Mudik Lebaran, Penumpang Terminal Poris Plawad Tangerang Mulai Meningkat
SEMMI Cabang SBT Tolak Tegas Atas Tuduhan Mark-Up Anggaran Perjalanan Dinas Pada Bappeda
Aktivis JRP Ungkap Dugaan Jual Beli Kupon dan Pertanyakan Aliran Dana
FAM dan Pemuda Desa Buaran Jati Gelar Aksi Bagi-Bagi Takjil
‎Trantib Kecamatan Batuceper Lawan Parkir Liar Area Stasiun Poris
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:35 WIB

PC SAPMA PP Kota Tangerang Gelar Santunan Dalam Keberkahan Ramadhan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:29 WIB

Mangkrak dan Tak Berfungsi, Gedung Posyantek Sepatan Disorot Aktivis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 01:09 WIB

Perkuat Ukhuwah, Damkar Pondok Aren Gelar Berbagi Takjil di Area Alun-Alun

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:49 WIB

Jelang Mudik Lebaran, Penumpang Terminal Poris Plawad Tangerang Mulai Meningkat

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:41 WIB

Aktivis JRP Ungkap Dugaan Jual Beli Kupon dan Pertanyakan Aliran Dana

Berita Terbaru

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) gelar agenda Buka Puasa Bersama (Foto: Detik.com)

Nasional

PB SEMMI Gelar Konsolidasi Nasional dan Buka Puasa Bersama

Jumat, 13 Mar 2026 - 00:21 WIB