Gustika Cucu Bung Hatta Kritik Pedas Presiden dan Wapres di HUT RI Ke 80

- Penulis

Senin, 18 Agustus 2025 - 23:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gustika Jusuf Hatta, Cucu Bung Hatta Lantang Suarakan HAM dan Demokrasi di Indonesia. (Instagram/gustikajusuf)


JAKARTA, PUSATBERITA – Cucu Proklamator RI, Mohammad Hatta, Gustika Jusuf Hatta, telah menarik perhatian publik saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8) 2025.

‎Gustika Jusuf Hatta bukan hanya dikenal karena garis keturunannya, melainkan juga sikap kritisnya terhadap isu kemanusiaan dan politik di Indonesia.

‎Berkat penampilannya berbeda dari tamu undangan lain, Gustika memilih mengenakan kebaya hitam dipadukan dengan batik slobog yakni kain tradisional Jawa yang sarat akan makna.

‎Dalam tradisi Jawa, kebaya hitam identik dengan simbol berkabung dan kesederhanaan, sementara batik slobog lazim dikenakan pada upacara kematian sebagai doa agar arwah yang pergi diberi kelapangan.

‎”Slobog berarti longgar, lapang, sebagai simbol pelepasan,” kata Gustika melalui unggahannya di Instagram, Minggu (17/8) 2025.

‎Gustika juga menegaskan bahwa busana yang ia kenakan bukan sekadar pilihan estetis, melainkan bentuk ekspresi kritik sosial. Ia menyebut langkah itu sebagai protes diam-diam atas kondisi bangsa, sekaligus cara merangkul warisan budaya Jawa dari garis leluhurnya.

‎“Rasa syukur saya atas kemerdekaan tahun ini bercampur dengan keprihatinan. Kita masih menyaksikan luka kemanusiaan, termasuk kasus kekerasan aparat yang menelan korban jiwa,” tulis Gustika.

Baca Juga :  Ketua Umum PBNU Tekankan Kader IPNU Bijak Hadapi Tantangan Zaman di Abad Kedua NU

‎Selain itu, melalui media sosial, Gustika melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan saat ini. Ia menuding Presiden sebagai “penculik dan penjahat HAM” serta menyebut Wakil Presiden sebagai “anak haram konstitusi”.

Tika juga menuturkan pada tulisannya tentang kondisi supremasi militer semakin merangsek kebebasan sipil yang berdampak semakin dibatasinya hak-hak warga negara.

‎”Militerisasi kian merasuk ke ruang sipil, dan hak-hak asasi rakyat Indonesia kerap dilucuti oleh penguasa yang tidak memiliki tepa selira, yang mau menulis ulang sejarah bangsa dengan memutihkan dosa-dosa penguasa beserta kroni-kroninya,” terangnya.

‎Tindakan Gustika menuai beragam reaksi publik. Sebagian besar netizen memuji keberaniannya menggunakan pakaian tradisional sebagai simbol perlawanan.

‎“Suarakan terus kebenaran demi keadilan di Indonesia,” tulis seorang pengguna media sosial.

‎Lebih jauh, Gustika memiliki rekam jejak akademik yang kuat. Ia merupakan lulusan War Studies di King’s College London dan aktif dalam berbagai forum internasional mengenai demokrasi dan hak asasi manusia.

‎Dengan simbol busana yang penuh makna, Gustika menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya soal seremoni, melainkan juga momentum untuk mengingat kembali nilai perjuangan, keadilan, dan kemanusiaan yang diperjuangkan para founding parents.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia
Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan
Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo
PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai
Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun
Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional
Indonesia Catat Serangan Buaya Tertinggi di Dunia, Seiring Rusaknya Habitat
‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:55 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:09 WIB

Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:54 WIB

Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional

Berita Terbaru

Gerhana Matahari Total diperkirakan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. BMKG menyatakan fenomena tersebut tidak dapat diamati secara langsung dari wilayah Indonesia. Foto: BMKG.

Nasional

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia

Selasa, 11 Agu 2026 - 02:55 WIB

Drone water bombing sedang isi daya untuk padamkan kebakaran bromo, Minggu (9/8/2026) (Foto: Miftahul Huda/Kompas.com).

Nasional

Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo

Senin, 10 Agu 2026 - 05:54 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Ahad, 9 Agustus 2026 (Foto: kehutanan.go.id).

Daerah

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Senin, 10 Agu 2026 - 02:25 WIB