SERANG, PUSATBERITA — Pimpinan Komisariat (PK) IPNU–IPPNU Universitas Primagraha (UPG) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menggelar aksi galang dana bagi korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari di kawasan Lampu Merah Ciceri, Kota Serang.
Aksi kemanusiaan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Para pengendara roda dua, roda empat, serta warga sekitar tampak antusias memberikan donasi sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana.
Ketua IPNU Komisariat UPG, Dansi Marwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata empati dan kesadaran sosial generasi muda.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kita sebagai makhluk sosial. Kami yakin, berapa pun yang diberikan, baik besar maupun kecil, sangat berarti dan berdampak bagi para korban,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua PK IPNU UIN SMH Banten, Darnolis, menegaskan bahwa aksi galang dana tersebut merupakan implementasi nilai-nilai ajaran Islam.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan semangat tolong-menolong antarsesama manusia, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’idah ayat 2,” tutur Darnolis.
Selama pelaksanaan kegiatan, para relawan turun langsung ke lapangan dengan membawa kotak donasi dan poster-poster kemanusiaan. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya sumbangan yang terkumpul dalam waktu singkat.
Selain menerima donasi uang, panitia juga membuka penerimaan bantuan berupa pakaian layak pakai dan kebutuhan lainnya. Seluruh bantuan yang terkumpul rencananya akan disalurkan kepada korban bencana di Sumatera dan Aceh untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti logistik, kebutuhan harian, layanan kesehatan, serta mendukung proses pemulihan pascabencana.
Melalui kegiatan ini, IPNU–IPPNU Komisariat UPG dan UIN SMH Banten berharap dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Aksi ini sekaligus menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan dapat lahir dari mana saja, termasuk dari jalanan Kota Serang.











