Kebanyakan Kader

- Penulis

Rabu, 29 Januari 2025 - 22:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masalah serius yang dihadapi oleh para kader sekarang ini bukan hanya sekedar komitmen, kesadaran, malas membaca. Tapi, lebih dari itu. Kebanyakan kader hari ini tidak dapat mengidentifikasi dirinya. Sebagai kader yang dilatih untuk menjadi pemimpin yang mampu menyelesaikan dan berkontribusi terhadap masalah yang dialami oleh masyarakat. Seharusnya para kader sudah tau peran mereka, dan apa yang harus mereka lakukan.

Pertanyaan nya adalah.

  1. Bagaimana kader bisa mengatasi berkomitmen secara maksimal?
  2. Bagaimana kader mampu tersadar atas peran, tanggung jawab, dan fungsi mereka ditengah masyarakat?
  3. Bagaimana kader tidak malas membaca?

Penulis menyadari bahwa manusia seharusnya maksimal menjadi dirinya. Maksudnya apa? Umpama nya jika ia Seorang penjahat yang maksimal ia tidak akan besar mulut dan akan mengakui bahwa ia adalah seorang penjahat. Dia selesai dengan komitmen nya sebagai penjahat sehingga bertanggung jawab atas kejahatannya.

Seperti yang diketahui kader adalah individu yang dipersiapkan secara khusus untuk menjadi pemimpin atau aktivis yang memiliki kemampuan dan kesadaran tinggi untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial. Menurut Kartini Kartono, kader adalah “seseorang yang memiliki kemampuan dan keahlian tertentu yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin” (Kartono, 2002). Bagaimana bisa menjadi pemimpin jikalau membaca saja tidak pernah, ditanya tidak tau, dinasehati tidak mau, apakah ide “kesempurnaan pendidikan” itu hanyalah utopis belaka.

Yang katanya profil kader yang ideal dalam mengatasi masalah ada didalam Landasan Filosofisnya yaitu : Muslim, Cendikia, dan Pemimpin. Sudah berapa banyak kaderisasi dijalankan? Berapa presentase keberhasilannya? Untuk menjadi pelopor pergerakan dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Kebanyakan kader belum mampu menjadi pemimpin yang memberikan contoh positif dan menginspirasi pelajar. Belum memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk mendekati dan berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk para pelajar umum. Belum memiliki keberanian moral untuk mengambil sikap tegas dalam mengedepankan nilai-nilai moral dan agama. Belum mampu menjadi mediator yang efektif dalam menyelesaikan konflik di antara pelajar. Belum mempunyai komitmen terhadap pendidikan dalam mengutamakan pentingnya pendidikan dan pengembangan karakter sebagai jalan keluar dari perilaku yang menyimpang.

Baca Juga :  Berburu Sapu-Sapu, Lindungi Perusak: Ironi Penyelamatan Sungai

Kader yang ideal memiliki peran dan tanggung jawab dalam mengatasi masalah-masalah internal dan eksternal. Penulis percaya bahwa pengkaderan akan berhasil ketika menggunakan pendekatan yang berbasis pada nilai-nilai moral, pendidikan, dan dialog secara inklusif. “Pendekatan yang digunakan adalah dialog interaktif yang melibatkan semua pihak terkait, sehingga akar masalah dapat ditemukan dan solusi yang tepat dapat diterapkan” (Wijayanti, 2019).

Penulis menyarankan para kader refleksi diri, membaca buku setidaknya ada 1 role model dalam bacaan seorang kader, dan sadar akan tupoksinya sebagai kader.

Referensi

Kartono, K. (2002). Pengantar Ilmu Sosial: Dalam Pendidikan Kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta.

Wijayanti, D. (2019). Peran Mediasi dalam Penyelesaian Konflik Pelajar Studi Kasus di Yogyakarta. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 24(2), 112-123.

PII, P. I. (2020). Pedoman Kaderisasi Pelajar Islam Indonesia. Jakarta: PII Press.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nightmare Scenario: Prabowo Mengunci Pusat Kekuasaan
TNI, Ruang Sipil, dan Jalan Generasi
Tragedi Siswa SD Pemalang: Ketika Sekolah Gagal Melindungi Anak
Potensi Desa, Kamuflase Baru Eksploitasi
‎Eco-Anxiety: Krisis Iklim dan Persoalan HAM
‎Bandung Lautan Api: Prabowo dan Moral Hazard Kekuasaan
Islam Jangan Hanya Menjadi Identitas: Keislaman Harus Melahirkan Keberanian Melawan Ketidakadilan
Merdeka untuk Siapa? Banten di Tengah Ledakan Inventasi dan Ketimpangan
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Nightmare Scenario: Prabowo Mengunci Pusat Kekuasaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:20 WIB

TNI, Ruang Sipil, dan Jalan Generasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Tragedi Siswa SD Pemalang: Ketika Sekolah Gagal Melindungi Anak

Kamis, 24 September 2026 - 12:06 WIB

Potensi Desa, Kamuflase Baru Eksploitasi

Jumat, 11 September 2026 - 19:14 WIB

‎Eco-Anxiety: Krisis Iklim dan Persoalan HAM

Berita Terbaru

Kantor ATR/BPN Karawang terbakar (foto/ist)

Jawa Barat

Kebakaran Hebat Landa Kantor ATR/BPN Karawang

Kamis, 15 Okt 2026 - 00:50 WIB