‎Kepsek SMK Waskita Diduga Blokir Nomor Wartawan Saat Konfirmasi

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 21:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kepala Sekolah diduga blokir nomor telepon wartawan (Foto/Kanalinspirasi.com).

Ilustrasi Kepala Sekolah diduga blokir nomor telepon wartawan (Foto/Kanalinspirasi.com).

TANGERANG, PUSATBERITA – Persoalan penahanan ijazah yang diduga dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Otomotif Waskita Kota Tangerang belum menemui titik terang.

‎Alasan siswa belum melunasi Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) tidak ditanggapi oleh Pihak SMK Otomotif Waskita yang diduga memblokir nomor telepon salah satu wartawan yang bertugas di Kota Tangerang.

Hal itu memantik sorotan tajam dari kalangan jurnalistik. Pasalnya, langkah tersebut dinilai mencerminkan sikap antikritik dan bertolak belakang dengan semangat transparansi publik.

Lebih lanjut, tindakan ini jelas menghambat tugas jurnalis dalam mencari dan menyebarkan informasi yang dibutuhkan publik, seperti yang sudah diatur dalam undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Tindak pemblokiran nomor salah satu wartawan tersebut, diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah SMK Otomotif Waskita Kota Tangerang.

Sebelumnya, wartawan tersebut melakukan peliputan dan berkomunikasi melalui telepon WhatsApp dengan pejabat tersebut. Namun, dalam keesokan harinya, upaya konfirmasi melalui WhatsApp tidak lagi mendapat respons.

‎“Awalnya kami mengira gangguan jaringan, tapi setelah dicek dengan nomor lain, ternyata akun WhatsApp beliau tetap aktif. Dari situ kami menduga nomor kami diblokir,” ungkap Alfi, seorang jurnalis pusat-berita.com, Kamis (23/10) 2025.

Dia menilai tindakan itu bukan hanya tidak pantas, tetapi juga menunjukkan sikap tertutup terhadap media.

Baca Juga :  Sapma PP Kota Tangerang Gelar Musyawarah Cabang, Tetapkan Roni Zaenuri sebagai Ketua

‎”Kami bekerja menyampaikan informasi publik, bukan untuk menyerang siapa pun. Kalau ada pemberitaan yang kurang berkenan, bisa diklarifikasi. Tapi memblokir wartawan, Ini mencederai semangat keterbukaan informasi,” tegasnya.

Menanggapi persoalan ini, Pemimpin Redaksi pusat-berita.com, Topan Bagaskara, menilai tindakan ini tidak boleh terjadi, baik bagi pejabat publik maupun setingkat Kepala Sekolah.

Seharusnya memahami, Topan berkata, peran strategis pers sebagai mitra dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Jika benar ada pemblokiran, ini preseden buruk bagi hubungan pihak berwenang dan pers di daerah. Mestinya tidak alergi terhadap kritik, justru harus terbuka dan komunikatif. Langkah konfirmasi yang dilakukan wartawan adalah bagian dari prinsip cover both sides dalam pemberitaan,” ucapnya dengan nada tegas.

Topan juga menjelaskan, kebebasan Pers di Indonesia dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang memberikan hak bagi jurnalis untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi kepada publik.

“Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik juga menegaskan kewajiban pejabat publik untuk transparan dalam memberikan informasi. Jika benar tindakan pemblokiran ini terjadi, hal itu dapat dipandang sebagai bentuk penghalangan komunikasi dan bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi publik,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Pemuda Laporkan Dugaan Pembubaran Ibadah ke Polresta Tangerang
Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah
Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan
BMM Salurkan Air Bersih Pada Warga, Akibat 5 Bulan Kesulitan Dapatkan Air Bersih Karena Dampak El Nino
Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati
Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam
Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika
Kantor Notaris dan PPAT Anita Rohmah Gandeng Damkar dan Rapid Indonesia Edukasi Keselamatan Kebakaran
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 05:06 WIB

Aliansi Pemuda Laporkan Dugaan Pembubaran Ibadah ke Polresta Tangerang

Senin, 21 September 2026 - 18:25 WIB

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah

Senin, 21 September 2026 - 15:33 WIB

Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

BMM Salurkan Air Bersih Pada Warga, Akibat 5 Bulan Kesulitan Dapatkan Air Bersih Karena Dampak El Nino

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati

Berita Terbaru

Ilustrasi Satpol PP Kabupaten Tangerang

Banten

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah

Senin, 21 Sep 2026 - 18:25 WIB