Kota Tual Termiskin: Potret Gagalnya Kepemimpinan Ahmad Yani Renuat

- Penulis

Sabtu, 13 September 2025 - 00:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Dede Rengifuryaan| Ketua Umum Komisariat SEMMI Cendekia


Indonesia boleh saja mencatat pertumbuhan ekonomi positif, tetapi Kota Tual di Maluku masih bertahan sebagai salah satu kota termiskin di Indonesia pada 2025, Kota Tual, Maluku, menempati posisi pertama dengan tingkat kemiskinan dengan persentase 20,68% Angka ini bukan sekadar statistik; ia mencerminkan kegagalan kebijakan pembangunan yang seharusnya mengurangi ketimpangan. Wali Kota Ahmad Yani Renuat, sebagai pemimpin tertinggi, tak bisa lepas dari tanggung jawab.

Visi Tidak Berjalan Seiring Aksi

Sejak awal, Pak Ahmad Yani Renuat mengusung visi “Tual Sejahtera dan Mandiri Berbasis Maritim.” Namun, implementasi program tidak terlihat mampu menekan kemiskinan secara signifikan. Perekonomian Tual masih sangat bergantung pada perikanan tangkap tradisional. Tanpa diversifikasi, pendapatan masyarakat tetap rentan fluktuasi harga ikan dan cuaca buruk.

Infrastruktur Tertinggal

Kondisi geografis Tual yang berupa kepulauan menuntut akses transportasi laut dan digital yang memadai. Faktanya, dermaga rakyat terbatas, logistik antar-pulau belum terintegrasi, dan jaringan internet di pulau-pulau kecil kerap terputus. Ini membuat UMKM kesulitan memperluas pasar dan pariwisata bahari gagal berkembang. Proyek pelabuhan perikanan modern yang dijanjikan belum menunjukkan kemajuan jelas, menimbulkan pertanyaan soal prioritas anggaran dan koordinasi pemerintah kota dengan pusat.

Program Sosial yang Kurang Memberdayakan

Pemkot Tual rutin menyalurkan bantuan sosial dan sembako, tetapi program tersebut lebih bersifat karitatif ketimbang pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Minim pelatihan wirausaha, akses permodalan UMKM, dan pendidikan vokasi membuat masyarakat sulit mandiri. Tanpa transformasi kebijakan, kemiskinan hanya dipindahkan dari satu periode ke periode berikutnya.

Baca Juga :  Koperasi Perikanan Fayifiye Halmahera Serahkan Pembagian Alquran Ke PII Maluku Utara

Transparansi dan Partisipasi Rendah

Sejumlah pengamat lokal menyoroti rendahnya forum dialog terbuka antara pemkot, nelayan, dan pelaku usaha kecil, sementara laporan rinci APBD serta evaluasi program kemiskinan sulit diakses publik. Ketika transparansi lemah, pengawasan masyarakat berkurang, dan kebijakan rentan tidak tepat sasaran.

Rekomendasi kongkrit

Kritik ini tidak sekadar menyalahkan, tetapi menawarkan langkah nyata:

Diversifikasi Ekonomi Maritim: membangun pusat pengolahan hasil laut, cold storage, dan industri bernilai tambah agar nelayan tidak hanya menjual ikan mentah.

Percepatan Infrastruktur,mengupayakan dermaga antar-pulau, transportasi laut reguler, dan jaringan internet serat optik dengan dukungan pemerintah pusat dan BUMN.

Pendidikan dan Pelatihan: mengembangkan sekolah vokasi maritim dan pelatihan digital untuk mendorong wirausaha muda.

Transparansi Anggaran,membuka data APBD dan menggelar evaluasi publik tahunan agar masyarakat bisa menilai kinerja pemerintah.

Wali Kota Ahmad Yani Renuat dipilih untuk membawa Kota Tual keluar dari ketimpangan. Namun hingga 2025, kemiskinan tetap tinggi dan inovasi kebijakan belum terasa. Jika pola pembangunan tidak bergeser dari seremonial ke strategis, Tual berisiko terus menjadi simbol kemiskinan di Indonesia. Kritik ini adalah ajakan mendesak agar pemerintah kota berani melakukan terobosan demi masa depan warganya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wawan Fauzi Buka Suara Terkait Pencemaran Air Lindi TPA Rawa Kucing
DPD GAMKI Jawa Barat: Wacana Geser Polri, Ancaman Serius Bagi Supremasi Hukum
Gaza Pasca-Perang dan Ilusi Perdamaian
Ruang Ekspresi Indonesia: Merayakan Suara, Menciptakan Gagasan, dan Kebebasan Berpendapat
Ambisi Politik Presiden dan Politikus Otak Patungan
Panitia Natal Nasional Bantu Warga Langowan, Manado dan Tomohon
Air Lindi TPA Rawa Kucing Tangerang Cemarkan Drainase Sawah
Banjir Bandang Landa Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Akibat Hujan Lebat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 18:28 WIB

Wawan Fauzi Buka Suara Terkait Pencemaran Air Lindi TPA Rawa Kucing

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:53 WIB

DPD GAMKI Jawa Barat: Wacana Geser Polri, Ancaman Serius Bagi Supremasi Hukum

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:11 WIB

Gaza Pasca-Perang dan Ilusi Perdamaian

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:04 WIB

Ruang Ekspresi Indonesia: Merayakan Suara, Menciptakan Gagasan, dan Kebebasan Berpendapat

Rabu, 28 Januari 2026 - 04:28 WIB

Ambisi Politik Presiden dan Politikus Otak Patungan

Berita Terbaru

Hasil Carabo Cup: Arsenal Menang Tipis 1-0 Atas Chelsea (Foto: The Guardian)

Sepak Bola

Meriam London Singkirkan The Blues Dari Carabao Cup

Rabu, 4 Feb 2026 - 08:46 WIB

The Gunners Pesta Gol di Kandang Leeds United (Foto: DetikSport)

Olahraga

The Gunners Pesta Gol Saat Tandang ke Markas Leeds United

Minggu, 1 Feb 2026 - 19:59 WIB