Media Rusia Teropong Dugaan Soros Dalang Demo Ricuh di Indonesia

- Penulis

Senin, 1 September 2025 - 16:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Media Rusia, Sputnik ungkap terkait dugaan miliarder Yahudi George Soros berada di balik demo ricuh di Indonesia. (Bloomberg)

Media Rusia, Sputnik ungkap terkait dugaan miliarder Yahudi George Soros berada di balik demo ricuh di Indonesia. (Bloomberg)

JAKARTA, PUSATBERITA – Media Rusia, Sputnik, menerbitkan laporan terkait dugaan miliarder Yahudi George Soros berada di balik demo ricuh dalam beberapa hari terakhir di Indonesia. Laporan ini mengutip para analis geopolitik yang berfokus pada hubungan internasional.

‎Demo ricuh di berbagai daerah telah menjadi sorotan media-media internasional. Salah satu laporan media asing menyoroti kematian tiga orang saat massa membakar kantor DPRD Makassar yang menewaskan tiga orang.

‎Berkembangnya gelombang demonstrasi yang melanda berbagai kota di Indonesia dalam sepekan terakhir kian menjadi sorotan dunia.

‎Bentrokan antara pasukan polisi antihuru-hara dan pengunjuk rasa telah pecah di beberapa kota di Indonesia sejak Jumat pekan lalu, termasuk di Medan, Solo, Yogyakarta, Magelang, Malang, Bengkulu, Pekanbaru, dan Manokwari di wilayah paling timur Papua

‎Protes bermula di Jakarta, dipicu laporan bahwa 580 anggota DPR menerima tunjangan rumah Rp50 juta per bulan, hampir sepuluh kali lipat upah minimum ibu kota.

‎Kemarahan rakyat kian membara setelah Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online, tewas tertabrak kendaraan taktis Brimob. Presiden Prabowo Subianto langsung mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa.

‎Namun, situasi tak kunjung reda sebanyak 950 orang ditangkap di Jakarta, dan Presiden Prabowo terpaksa membatalkan kunjungan kenegaraan ke China dan KTT SCO demi mengawal krisis dalam negeri.

‎Sputnik mengutip analis geopolitik Angelo Giuliano, yang menyoroti kemunculan bendera bajak laut anime One Piece dalam unjuk rasa. Ia menduga adanya jejak lembaga asing seperti National Endowment for Democracy (NED) dan Open Society Foundations milik George Soros, yang sejak 1990-an mengucurkan miliaran dolar AS ke berbagai negara.

Baca Juga :  SEMMI Tangerang: Pergantian Kepala BGN Lebih Tepat Disebut Politik Promosi

‎”Ini persis seperti yang terjadi di Serbia. G7 menginginkan diktator lain yang didukung Amerika Serikat, seperti Soeharto di masa lalu,” imbuh Jeff J Brown, penulis The China Trilogy dan pendiri Seek Truth From Facts Foundation, seperti dikutip Sputnik, Senin (1/9/2025).

‎Ia menilai Indonesia menjadi target karena semakin dekat dengan China, Rusia, SCO, dan BRICS, serta aktif dalam Belt and Road Initiative.

‎Dengan ekonomi terbesar di ASEAN, penduduk hampir 300 juta jiwa, dan peringkat kedelapan dunia dalam paritas daya beli, Indonesia dinilai sebagai “permata Asia Tenggara yang diincar Barat.”

‎”Dari sudut pandang imperialisme Barat, semua ini menjadi sasaran empuk bagi Indonesia, target yang sangat layak untuk diserang dengan revolusi warna yang direkayasa Barat,” kata Brown.

‎Sejumlah kedutaan asing, termasuk AS, Australia, dan negara ASEAN, telah mengimbau warganya menjauhi area demonstrasi. Para pengamat menilai gejolak ini berpotensi mengganggu stabilitas nasional jika tidak segera diredam.

‎Sputnik menegaskan bahwa dugaan keterlibatan aktor global seperti Soros dan NED menimbulkan pertanyaan serius.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia
Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan
Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo
PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai
Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun
Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional
Indonesia Catat Serangan Buaya Tertinggi di Dunia, Seiring Rusaknya Habitat
‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:55 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:09 WIB

Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:54 WIB

Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:03 WIB

PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun

Berita Terbaru

Topan Bagaskara Inisiator Nawal Institute (foto/istimewa).

Opini

‎Eco-Anxiety: Krisis Iklim dan Persoalan HAM

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:14 WIB

Korban tewas penembakan dievakuasi ke UGD RSUD Wamena. (Foto/istimewa)

Papua Pegunungan

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Sepulang Salurkan Bantuan

Rabu, 9 Sep 2026 - 17:45 WIB