Overeducation Menganga, Sarjana Menumpuk di Pekerjaan Rendah Upah

- Penulis

Selasa, 1 Juli 2025 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

JAKARTA, PUSATBERITA — Fenomena lulusan sarjana (S1) yang banting setir menjadi asisten rumah tangga (ART), sopir pribadi, hingga petugas keamanan (security) kini makin mencuat ke permukaan. Meski tampak seperti gejala baru, para pengamat menyebut kondisi ini sejatinya sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.

Ketua Ikatan SDM Profesional Indonesia (ISPI), Ivan Taufiza, menegaskan bahwa gejala overeducation atau ketimpangan antara pendidikan dan jenis pekerjaan sudah berlangsung sejak awal 1990-an.

“Fenomena ini sebenarnya nggak baru di Indonesia. Sejak saya mulai bekerja tahun 1995, saya sudah ketemu security yang lulusan S2. Serius. Waktu itu saya kerja di perusahaan minyak, dan salah satu petugas keamanannya lulusan sastra Inggris UGM,” ujar Ivan kepada awak media.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ivan, situasi ini mencerminkan adanya ketidakseimbangan serius dalam sistem ketenagakerjaan nasional, di mana ijazah tidak lagi menjadi jaminan mendapatkan pekerjaan layak sesuai bidang dan jenjang pendidikan.

Baca Juga :  Gerhana Bulan Total Bisa Disaksikan Seluruh Indonesia

“Ini bukan soal rendahnya daya saing individu. Banyak dari mereka justru punya soft skill yang baik. Tapi kalau lapangan kerja nggak tersedia, mau bagaimana lagi?” tambahnya.

ISPI mendorong adanya reformasi mendalam dalam kebijakan ketenagakerjaan, termasuk penyelarasan antara kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri serta penciptaan lapangan kerja baru yang lebih produktif dan sesuai kompetensi.

Fenomena ini menjadi cermin keras bagi dunia pendidikan dan ketenagakerjaan nasional. Kuliah bertahun-tahun tak lagi cukup menjamin jalan menuju masa depan yang mapan. Yang dibutuhkan bukan hanya gelar, tapi juga ekosistem kerja yang adil dan inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAH! Kevin Prayoga Terpilih Jadi Ketua Formatur PB PII 2026–2028
Dugaan Penyimpangan Penegakan Hukum di Aceh Utara: Ketika Warga Penuntut Hak Tanah Justru Dipidana
Muktamar ke-33 PII Tetap Digelar di November 2025
Ketua Umum PW PII Banten Kecam Komentar Wakil Ketua DPR RI Cucun soal Ahli Gizi, Royhan : Sembrono
PW PII Jawa Barat Soroti Insiden di Bandung: Peringatan atas Ancaman Devaluasi Profesi Gizi dan Keselamatan Pelajar
Demo Besar-Besaran Ojol dan Kurol 20 November, FDTOI Sampaikan Lima Tuntutan Utama
Aliansi Bitung Bergerak Desak Kejagung Tuntaskan Kasus Perjadin DPRD Tanpa Tebang Pilih
Didukung Sejumlah Daerah, Nando Raya Robbany Maju dalam Pemilihan Ketua OI Nasional
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:47 WIB

SAH! Kevin Prayoga Terpilih Jadi Ketua Formatur PB PII 2026–2028

Minggu, 23 November 2025 - 19:42 WIB

Dugaan Penyimpangan Penegakan Hukum di Aceh Utara: Ketika Warga Penuntut Hak Tanah Justru Dipidana

Sabtu, 22 November 2025 - 21:44 WIB

Muktamar ke-33 PII Tetap Digelar di November 2025

Selasa, 18 November 2025 - 22:13 WIB

Ketua Umum PW PII Banten Kecam Komentar Wakil Ketua DPR RI Cucun soal Ahli Gizi, Royhan : Sembrono

Selasa, 18 November 2025 - 17:28 WIB

PW PII Jawa Barat Soroti Insiden di Bandung: Peringatan atas Ancaman Devaluasi Profesi Gizi dan Keselamatan Pelajar

Berita Terbaru