Peringati 27 Tahun Reformasi, Mahasiswa Waspadai Kembalinya UUD 1945 Asli

- Penulis

Rabu, 21 Mei 2025 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan 27 Tahun Reformasi oleh SEMMI Tangerang (Dok. Istimewa)

Peringatan 27 Tahun Reformasi oleh SEMMI Tangerang (Dok. Istimewa)

PUSAT-BERITA.COM | Mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Cabang Tangerang menggelar peringatan 27 tahun reformasi, di Taman Gajah Kota Tangerang, pada Rabu (20/05/2025).

Kegiatan tersebut menanggapi berbagai macam isu yang berkembang di Republik Indonesia seperti; masuknya TNI kedalam ruang sipil-akademis, tolak gelar pahlawan Soerharto, hentikan program makan bergizi gratis dan sekolah rakyat dan bahkan kawal Isu Pagar Laut di Tangerang Utara.

Lebih menariknya, ada persoalan lain yang kemudian menjadi kewaspadaan yang merujuk dari Sikap Pernyataan yang lahir dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI yakni ‘Kembali ke UUD 1945 Asli sebagai Tata Hukum Politik dan Tata Tertib Pemerintahan.’

Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Cabang Tangerang Indri Damayanthi, mengatakan bahwa poin ini harus menjadi kewaspadaan meskipun publik belum banyak menyoroti.

Membunuh demokrasi, kata Indri, jika Indonesia harus kembali menggunakan sistem UUD 1945 sebelum amandemen.

“Kami melihat ada sinyal akan ke arah sana, mulai menjamurnya TNI ditempatkan ke ruang sipil yang jelas mempreteli prinsip-prinsip demokrasi serta supremasi sipil terganggu,” ucap Indri.

Peringatan 27 Tahun Reformasi tersebut, mengusung konsep panggung bebas bersuara, terdapat serangkaian kegiatan termasuk penyampaian surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto, penyampaian situasi terkini, serta penampilan seni.

Baca Juga :  Mahasiswa Dukung Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas Pemkab Tangerang

Hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya unsur: pelajar, mahasiswa, buruh, akademisi dan lain sebagainya.

Dalam penyampaian surat terbuka, Indri Damayanthi mengungkapkan bahwa kondisi negara yang sanagt darurat

“Dalam surat terbuka ini, kami mengingatkan tentang batasan negara terhadap kedaulatan rakyat. Bahwa negara tidak boleh menciptakan kesejahteraan menurut versi negara, negara hanya boleh memberikan fasilitas yang kemudian rakyat yang menciptakan kesejahteraannya sendiri,” kata indri damayanthi kepada wartawan.

Lebih lanjut, Indri menyampaikan bahwa, tujuan kegiatan ini dimaksudkan untuk mengingatkan berbagai kasus HAM dan kondisi negara yang semakin mengkhawatirkan.

“Refleksi ini jelas untuk mendesak pemerintah indonesia agar mengembalikan indonesia sebagai negara hukum, bukan kekuasaan,” ucapnya.

Dirinya membeberkan bahwa SEMMI Tangerang akan hadir dalam menyoroti isu yang ada di Republik Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia, Lingkar Studi Feminis, Federasi Serikat Buruh Nusantara, Forum Aksi Mahasiswa, Dema STISNU Tangerang, Dema Assyukriyah, Tangerang Book Party, Bils and Bhen Acoustic, dan penggiat seni lainnya.


Artikel Lain: Baru Tiga Kecamatan Program MBG Berjalan Di Kota Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional
Indonesia Catat Serangan Buaya Tertinggi di Dunia, Seiring Rusaknya Habitat
‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok
‎Jelang Kongres HIKMAHBUDHI, Ananda Tegaskan Gajah Ganesa Bukan Simbol Afiliasi Partai
‎Survei SMRC: Kepuasan terhadap Prabowo Terjun ke 51 Persen
Edy Mulyadi Kaitkan Menhan Dugaan Perlawanan Mafia Sawit
Kejagung Tersangkakan Brigjen Polri Diduga Korupsi Ompreng MBG
Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:31 WIB

Indonesia Catat Serangan Buaya Tertinggi di Dunia, Seiring Rusaknya Habitat

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:33 WIB

‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:57 WIB

‎Jelang Kongres HIKMAHBUDHI, Ananda Tegaskan Gajah Ganesa Bukan Simbol Afiliasi Partai

Senin, 27 Juli 2026 - 11:54 WIB

‎Survei SMRC: Kepuasan terhadap Prabowo Terjun ke 51 Persen

Berita Terbaru