
TANGERANG, PUSATBERITA – Pospera Kota Tangerang meminta pihak terkait untuk mengevaluasi pelayanan medis di Rumah Sakit Bunda Sejati yang terletak di Kelurahan Keroncong, Kecamatan Jati Uwung.
Ketua Pospera Kota Tangerang, Mauladi Fachrian menyampaikan bahwa telah terjadi tindakan RS Bunda Sejati yang merugikan pihak pasien.
Fachri, sapaannya, menerangkan bahwa pihak pasien dibiarkan menunggu kepastian operasi yang bertele-tele. Di mana pasien yang dimaksud saat itu sedang menderita inveksi gusi.
Pasien, kata Fachri, selama 5 hari menunggu tindakan medis yang konkret dari RS Bunda Sejati untuk mencapai kesembuhan.
“Saat itu pasien telah dirontgen dan hasilnya harus segera ditindak atau bedah agar nanah yang menggumpal bisa dikeluarkan. Pihak RS Bunda Sejati pun menyanggupi tindakan tersebut dengan meminta persetujuan keluarga pasien,” kata Fachri, Jum’at 22 Agustus 2025.
Fachri melanjutkan, sayangnya tindakan medis itu justru tak kunjung dilakukan lantaran terjadi ketidakcocokan antara dokter anestesi dengan dokter bedah mulut. Padahal, pasien sudah menjalankan puasa selama satu hari sesuai dengan permintaan RS sebelum menjalani operasi.
Sehingga, operasi terhadap pasien gagal dilakukan oleh RS Bunda Sejati. Kemudian RS yang satu grup dengan Annisa itu angkat tangan dan merujuk ke rumah sakit lain.
“Kok bisa ada perbedaan pendapat antara dokter di satu rumah sakit. Ini aneh. Lalu pasien dikorbankan menahan sakit hampir 1 minggu yang ujungnya dirujuk ke rumah sakit lain,” ujar Fachri.
Fachri berharap pelayanan di RS Bunda Sejati segera dievaluasi agar tidak terjadi kepada pasien lainnya. Termasuk pihak BPJS.
“Maka kualitas pelayanan RS Bunda Sejati kiranya perlu dievaluasi meskipun mereka 1 grup dengan RS Annisa,” tambahnya.