JAKARTA, PUSATBERITA — Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jakarta periode 2024–2026 resmi membuka kegiatan Leadership Advance Training dan Pendidikan Instruktur Dasar (LAT-PID) Jakarta 2026, Selasa (27/1/2026). Kegiatan pembukaan berlangsung pukul 14.00 WIB di Balai Besar Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal.
LAT-PID 2026 dilaksanakan selama sepuluh hari, terhitung sejak 24 Januari hingga 2 Februari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Menyiapkan Kader Paripurna sebagai Instruktur Penggerak Peradaban: Pelajar Madani Menolak Perundungan dan Menumbuhkan Solidaritas Universal.”
Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya perwakilan Kementerian Desa, Direktur YPSP, serta perwakilan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Ketua Umum PW PII Jakarta, Imaduddin Al Fanani, dalam sambutannya menyoroti kompleksitas persoalan yang dihadapi pelajar saat ini. Menurutnya, kasus kekerasan, pelecehan seksual, hingga perundungan menunjukkan melemahnya rasa aman dan terkikisnya nilai kemanusiaan dalam kehidupan sosial pelajar.
Ia juga menyinggung kondisi global, khususnya tragedi kemanusiaan di Palestina. Menurutnya, terdapat benang merah antara persoalan nasional dan global, yaitu krisis etika kemanusiaan. Oleh karena itu, penguatan solidaritas universal dinilai penting untuk terus ditanamkan dalam proses perkaderan pelajar.
Dalam arahannya, perwakilan Kementerian Desa menekankan bahwa pelajar memiliki banyak peluang untuk berkontribusi di berbagai sektor. Ia mendorong PII agar mampu membaca dinamika zaman serta memaksimalkan peran alumni sebagai mentor dalam proses pembinaan kader.
Sementara itu, Direktur YPSP menekankan pentingnya proses perkaderan yang berkelanjutan. Menurutnya, banyak tokoh besar lahir dari sistem kaderisasi yang terstruktur. Ia juga mendorong agar isu Palestina diangkat dalam proses perkaderan melalui berbagai metode, seperti diskusi tematik, jargon, lomba edukatif, dan pelatihan berjenjang.
Dari perspektif lembaga negara, perwakilan LPSK menyampaikan bahwa problematika pelajar perlu direspons melalui pendekatan edukatif yang menyeluruh. Upaya pencegahan terhadap perundungan, kekerasan seksual, dan kenakalan remaja harus dilakukan melalui pemberian pemahaman yang utuh dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan LAT-PID 2026, PW PII Jakarta menargetkan lahirnya instruktur-instruktur muda yang tidak hanya unggul dalam kepemimpinan dan metodologi pelatihan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta komitmen kemanusiaan sebagai penggerak peradaban.











