Secarik Sandiwara Feodalisme

- Penulis

Sabtu, 15 Maret 2025 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi | Oleh: GeoTimes.id/Afthon Ilman Huda

Ilustrasi | Oleh: GeoTimes.id/Afthon Ilman Huda

Salah satu tujuan dari revolusi kemerdekaan Indonesia ialah untuk membebaskan rakyat Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru semakin berkembang dalam diri dan masyarakat Indonesia.

Kini kita juga rajin minta restu dari pembesar atau penguasa untuk segala rupa kegiatan. Seolah-olah kerestuan ini adalah tugas dan kewajibannya sebagai hadiah kebaikan dan kemurahan hati dari pembesar kepada rakyat.

Pemakaian kata “restu” saja sudah sangat merusak pengertian kita yang wajar mengenai hubungan antara penguasa dan rakyat dalam masyarakat demokratis yang hendak kita jalani. Dalam pemakaian bahasa Indonesia kini tercermin keengganan dan rasa takut untuk menghadapi kenyataan secara terbuka.

Hal ini kita sudah patuh pada kondisi feodal yang tidak mampu menaikkan harga diri kita sebagai rakyat, malah keadaan ini kita lebih pasrah untuk menyesuaikan harga terhadap kondisi iklim feodal. Maka dari itu, minta restu. Menyedihkan.

Baca Juga :  Mimpi yang Retak di Tengah Kota

Kondisi ini membuat orang belajar mengatakan “tidak” dengan cara lain, sehingga kata kata tersebut diselimuti berbagai ungkapan halus yang mengubur makna sesungguhnya.

Demikian pula dengan sikap tidak setuju, atau sikap mengkritik dan mencela, semuanya diselubungi dirumuskan secara lain. Semuanya didasari oleh ketakutan dan keengganan atas masa depan dirinya dan berhentinya transaksi isi amplop.

Sikap ini juga telah mendorong terjadinya pengkhianatan intelektual di negeri kita. Banyak orang yang seharusnya bersuara justru memilih diam dan bahkan berpihak pada sistem yang tidak mereka yakini, demi mempertahankan posisi.


Artikel Lain  : Gerakan Intelektual Merah Putih Desak Presiden RI Copot Erick Tohir dan Penjarakan Kroni-Kroninya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Kampus Lupa Mendidik Manusia
Bocor Alus, Jokowi, dan Pesan dari Kacamata Prabowoisme
Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung
Mimpi yang Retak di Tengah Kota
Pesta Babi dan Luka Ekologis Papua
Zaman yang Merayakan Kekeruhan
Ketika Dapur Menjadi Arena Politik Kebudayaan
Pesta Babi dan Upaya Sistematis Membungkam Papua
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ketika Kampus Lupa Mendidik Manusia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Bocor Alus, Jokowi, dan Pesan dari Kacamata Prabowoisme

Senin, 22 Juni 2026 - 13:51 WIB

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:37 WIB

Mimpi yang Retak di Tengah Kota

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:27 WIB

Pesta Babi dan Luka Ekologis Papua

Berita Terbaru

Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Basarnas)

Nusa Tenggara Timur

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:15 WIB

Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban dari bangunan yang roboh akibat guncangan gempa bumi di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Kantor SAR Maumere)

Jakarta

Basarnas Evakuasi Tiga Korban Tertimpa Reruntuhan Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:11 WIB

Peta peringatan dini tsunami BMKG pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8/2026). (Foto: BMKG NTT)

Daerah

Peringatan Tsunami Gempa M7,7 NTT Berakhir

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:01 WIB

Gempa M 7,0 di Laut NTT terasa kuat di Makassar. Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9.

Daerah

Gempa M7,7 NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 08:38 WIB

Gempa bumi M7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. (Foto: kiriman warga).

Daerah

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa M7,7 di NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 06:10 WIB