Tujuh Tentara Israel Terpanggang Usai Pejuang Palestina Pasang Bom di Tank Israel

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAZA, PUSATBERITA – Militer Israel melaporkan pada Rabu (25/6/2025) bahwa tujuh tentaranya tewas akibat ledakan alat peledak di Khan Yunis, Gaza selatan, sehari sebelumnya. Insiden ini menjadi jumlah korban tewas tertinggi dalam satu kejadian sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas berakhir pada Maret 2025.

Tujuh tentara Israel tewas di Gaza dalam salah satu insiden tunggal paling mematikan di wilayah Palestina yang terkepung sejauh tahun ini. Mereka tewas terbakar hidup-hidup di dalam kendaraan tempur yang meledak dan terbakar.

Menurut The Jerusalem Post, para tentara tersebut tewas setelah sebuah ledakan di kota selatan Khan Younis pada hari Selasa. Militer Israel telah merilis nama enam tentara yang tewas dan merahasiakan nama tentara ketujuh hingga keluarga diberitahu tentang kematiannya.

Tentara lain dari Batalyon Teknik Tempur ke-605 yang sama juga dilaporkan terluka parah dalam insiden terpisah di Gaza selatan, menurut militer. Pada bulan Januari 2024, sedikitnya 24 tentara Israel juga tewas dalam sehari di Gaza.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebutkan nama prajurit ketujuh yang tewas selama pertempuran di Gaza kemarin, Sersan Staf Alon Davidov, 21 tahun, dari Kiryat Yam. Davidov dan enam prajurit lainnya yang disebutkan tadi pagi tewas di Jalur Gaza selatan kemarin, ketika kendaraan lapis baja yang mereka tumpangi terkena bahan peledak.

Mereka semua bertugas di Batalyon Teknik Tempur ke-605. Davidov bertugas sebagai tenaga medis. Menurut penyelidikan awal IDF, seorang anggota operasi teror Palestina menanam bom di kendaraan teknik tempur lapis baja Puma milik para prajurit saat mereka berkendara di Khan Younis.

Ledakan itu membakar kendaraan itu, dan upaya untuk memadamkannya tidak berhasil. Semua prajurit di dalamnya tewas dalam kobaran api. PM Israel mengatakan, “ini adalah hari yang sangat sulit bagi rakyat Israel,” setelah berita tentang tujuh tentara yang tewas akibat ledakan di Gaza selatan.

Baca Juga :  HPA Gaungkan Diplomasi Pemuda Dunia, Jalin Kerjasama Strategis dengan EILS

“Para pejuang heroik kita gugur dalam pertempuran untuk mengalahkan Hamas dan membebaskan sandera kita di selatan Jalur Gaza,” tulis Netanyahu di X, dilansir Times of Israel. “Bersama dengan seluruh warga Israel, istri saya dan saya berduka dan berduka atas gugurnya tujuh tentara kita dari Batalyon Teknik Tempur. Semoga kenangan mereka menjadi berkah,”.

Sementara itu, di Gaza, Al Jazeera melaporkan tidak hanya melihat rumah sakit yang sangat penuh sesak, tetapi pagi ini terasa lebih berat.

Kesunyian jauh lebih berat dari sebelumnya. Bukan karena suasananya damai, tetapi karena tidak ada yang berubah, dan bom tidak berhenti berjatuhan, dan pembunuhan terus berlanjut. Ini adalah bangsal gawat darurat rumah sakit al-Shifa, dan kita sudah melihat ruang yang penuh sesak di sini dan yang terluka terus berdatangan menyusul gelombang serangan udara Israel terbaru.

Tempat ini sudah kewalahan dan sekarang, berada di ambang kehancuran. Serangan udara Israel menghantam beberapa wilayah di Kota Gaza, dan akibatnya puluhan orang terluka

–kebanyakan dari mereka adalah anak-anak. Kemudian, Badan Pertahanan Sipil Palestina menemukan lebih banyak jenazah dari sebuah rumah yang dibom di sebelah timur Kota Gaza, sehingga jumlah korban tewas di sana dari tiga menjadi delapan.

Mereka semua berasal dari keluarga yang sama, termasuk kakek-nenek, orang tua, dan anak-anak. Lebih banyak orang juga tewas di dalam sebuah rumah di Deir el-Balah. Lima anggota keluarga tewas seketika akibat bom yang dijatuhkan di sana. Tiga anggota keluarga lainnya tewas di kamp. pengungsian Nuseirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Titik Temu Demitologi dan Teologi dalam Menganalisa Bencana Alam
Mapala Se-Indonesia Dirikan Posko Kemanusiaan, Jalankan 4 Program Tanggap Bencana di Aceh Tengah
‎Mapala Se-Indonesia Tanggap Bencana Banjir Longsor Aceh Tengah
‎Dinamika Organisasi: Berperan atau Baperan?
Bendera Putih di Tanah Rencong 
Komnas HAM Aceh Desak Prabowo Status Bencana Nasional
Deklarasi Perhimpunan Ojol Menuai Kritik: Terkesan Omon-Omon
Krisis Air Bersih Pasca Banjir, LMND Salurkan 5 Tangki Air ke Warga Aceh Singkil
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 17:15 WIB

Titik Temu Demitologi dan Teologi dalam Menganalisa Bencana Alam

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:37 WIB

Mapala Se-Indonesia Dirikan Posko Kemanusiaan, Jalankan 4 Program Tanggap Bencana di Aceh Tengah

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:36 WIB

‎Mapala Se-Indonesia Tanggap Bencana Banjir Longsor Aceh Tengah

Kamis, 25 Desember 2025 - 17:15 WIB

‎Dinamika Organisasi: Berperan atau Baperan?

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:18 WIB

Bendera Putih di Tanah Rencong 

Berita Terbaru

Koordinator Aksi KameraD, Aditya Nugraha dalam orasinya di depan Kantor DPRD Kota Tangerang, Kamis (15/1) 2026 (Foto: Topan Bagaskara/PusatBerita).

Politik

‎KameraD: Pilkada Dipilih DPRD Jabang Bayi Neo Orba

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:21 WIB