JAKARTA, PUSATBERITA – Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing menilai peleburan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) menjadi satu entitas tunggal merupakan langkah yang efektif dan efesien.
Jika dua lembaga penyiaran publik dilebur menjadi satu badan yang kemudian bernama Badan Penyiaran Publik Radio & Televisi Indonesia (BPPRTI). Emrus berkata, maka Kepala badan ini otomatis langsung bertanggungjawab kepada Presiden, pada Jumat, (10/4) 2026.
”Hemat saya, Peleburan RRI dan TVRI akan terkelola lebih efektif, karena isi siaran, termasuk berita, menjadi saling menguatkan dalam satu kesatuan siaran publik publik,” ucap Emrus melalui pesan WhatsApp.
Tidak seperti sekarang, Emrus menilai, RRI dikelola dengan manajemen yang tidak terintegrasi dengan siaran TVRI. RRI dan TVRI selama ini berjalan sendiri-sendiri sehingga dua lembaga penyiaran publik ini tidak maksimal mewujudkan tujuan sebagai media penyiaran publik.
”Selain tidak efektif, peleburan RRI dan TVRI dipastikan akan lebih efisien. Sampai saat ini jabatan struktural yang ada di RRI dapat dikatakan sama dengan jabatan yang ada di TVRI,” tambah Emrus.
Emrus menjelaskan, bahwa dengan penyatuan RRI dengan TVRI, maka dua jabatan yang ada di dua lembaga peyiaran ini dapat disatukan, alhasil dua jabatan dirut juga disatukan menjadi satu kepala BPPRTI.
Sekaligus demikian jabatan-jabatan lainya, seperti direktur pemberitaan menjadi satu, kepala biro keuangan menjadi satu, direktur SDM menjadi satu, direktur pengembangan jadi satu, dan demikian jabatan-jabatan lainnya.
”Dengan penyatuan jabatan tersebut dipastikan akan terjadi penghematan hingga 50% dari seluruh total pengeluaran untuk pengelolaan RRI dan TVRI selama ini,” tegasnya.
Secara lugas, Emrus menuturkan penghematan ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto melakukan penghematan di semua bidang tanpa mengurangi kuantitas dan kualitas pelayanan siaran publik.
”Peleburan RRI dan TVRI menjadi suatu badan bernama BPPRTI, dari sudut manajemen sama dengan rencana upaya pemerintah peleburan beberapa BUMN menjadi satu,” pungkas Emrus Sihombing.
Melalui Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) diketahui sedang berusaha melakukan konsolidasi terhadap 15 BUMN sektor logistik menjadi satu badan usaha dengan target konsolidasi direncanakan rampung secepatnya dalam satu atau beberapa bulan ke depan.











