‎Jakarta Ruang Politik Nasional, SEMMI Tangerang Dukung Masyarakat Pati

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Pati berencana menyampaikan aspirasi di Jakarta pada 27 Agustus 2026. (Foto: radarmojokerto.jawapos.com)

Masyarakat Pati berencana menyampaikan aspirasi di Jakarta pada 27 Agustus 2026. (Foto: radarmojokerto.jawapos.com)

TANGERANG, PUSATBERITA — Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Tangerang, Topan Bagaskara, menilai imbauan agar masyarakat Pati tidak mengerahkan massa dalam jumlah besar ke Jakarta perlu dilihat secara proporsional.

‎Menurut Topan, menjaga Jakarta tetap aman dan damai merupakan tanggung jawab bersama. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi hak masyarakat menyampaikan aspirasi.

‎“Kalau yang dikhawatirkan adalah kericuhan, yang harus dicegah adalah kekerasan, perusakan, dan tindakan melanggar hukum. Bukan jumlah masyarakat yang datang untuk menyampaikan pendapat secara damai,” kata Topan.

‎Ia juga menilai persoalan masyarakat Pati jangan sampai dibingkai sebagai persoalan antara masyarakat Pati dan masyarakat Betawi.

‎“Orang Pati yang datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi kepada DPR datang sebagai warga negara Indonesia. Mereka tidak sedang datang meminta izin kepada orang Betawi. Mereka datang kepada lembaga negara,” ujarnya.

‎Menurut Topan, identitas Betawi tentu harus dihormati sebagai bagian penting dari sejarah dan kebudayaan Jakarta. Namun, ketika yang menjadi tujuan adalah DPR RI, konteksnya bukan lagi persoalan wilayah etnis, melainkan ruang politik nasional.

Baca Juga :  IMMT: Dugaan Pungli Terjadi di Objek Wisata Kelapa Dua

‎“Jakarta memang punya identitas Betawi. Kita hormati itu. Tetapi DPR RI bukan lembaga adat Betawi. DPR adalah lembaga negara yang mewakili seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, jangan sampai warga dari daerah lain seolah-olah diposisikan sebagai orang luar ketika datang menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyatnya sendiri,” tegasnya.

‎Topan juga menilai dialog dengan DPR dan demonstrasi tidak perlu dipertentangkan.

‎“Dialog itu baik, audiensi juga baik. Tetapi demonstrasi adalah hak politik masyarakat. Keduanya bisa berjalan bersama. Jangan karena ada mekanisme dialog, kemudian rakyat dianggap cukup mengirim beberapa orang untuk mewakili seluruh suara mereka,” katanya.

‎Ia menegaskan, yang lebih penting dari memperdebatkan jumlah massa adalah mendengar substansi tuntutan masyarakat Pati.

‎“Pertanyaan kita seharusnya bukan hanya berapa banyak orang yang datang ke Jakarta, tetapi mengapa mereka datang dan apa yang mereka tuntut. Kalau ada aspirasi yang ditujukan kepada DPR, maka dengarkan substansinya. Jangan sampai kita terlalu sibuk menjaga ketenangan sampai lupa mendengar suara rakyat,” pungkas Topan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN UCA dan BCA Syariah Dorong Literasi Keuangan Syariah di Cibogo
‎Indonesia Raya 3 Stanza Iringi Pembentangan Merah Putih Raksasa di Situ Gintung
Paguyuban RT 001 Cipete Rayakan HUT ke-81 RI, Karnaval hingga Cek Kesehatan
Rayakan HUT ke-81 RI, Universitas Yatsi Madani Perkuat Komitmen Cetak Generasi Unggul dan Nasionalis
Wali Kota Cup II Berhadiah Miliaran, Pengamat Ungkap Aturan PB PGI
Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang, Samsuni Tegaskan Siap Jalankan Penugasan Partai
Buka Pelantikan dan Rakerwil, Wagub Banten Apresiasi DPW IMMI Banten
‎PKB Kota Tangerang Perkuat Konsolidasi, Billboard Kepengurusan Baru Terpasang di Sejumlah Titik ‎
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:13 WIB

‎Jakarta Ruang Politik Nasional, SEMMI Tangerang Dukung Masyarakat Pati

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:44 WIB

KKN UCA dan BCA Syariah Dorong Literasi Keuangan Syariah di Cibogo

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:35 WIB

‎Indonesia Raya 3 Stanza Iringi Pembentangan Merah Putih Raksasa di Situ Gintung

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Paguyuban RT 001 Cipete Rayakan HUT ke-81 RI, Karnaval hingga Cek Kesehatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Rayakan HUT ke-81 RI, Universitas Yatsi Madani Perkuat Komitmen Cetak Generasi Unggul dan Nasionalis

Berita Terbaru

Koordinator Gerakan Maluku Kawal Infrastruktur (GEMAK INFRA), Sitoly Mony (foto: istimewa).

Maluku

Sitoly Mony Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Maluku

Kamis, 20 Agu 2026 - 22:51 WIB

Ilustrasi perjalanan KRL Commuter Line lintas Duri-Tangerang. Perjalanan lintas tersebut mengalami gangguan setelah salah satu rangkaian tertemper sepeda motor, Kamis (20/8/2026). (Foto/ensroom.com)

Jakarta

KRL Duri-Tangerang Terganggu Usai Tertemper Sepeda Motor

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:30 WIB