Lampu Jalan Raya Cilegon-Serang Banyak Mati, Warga Desak Pemkot Segera Bertindak

- Penulis

Rabu, 9 Juli 2025 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_132128

Oplus_132128

‎SERANG, PUSATBERITA – Puluhan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Raya Cilegon – Serang, Banten tidak berfungsi maksimal. Kondisi tersebut mengakibatkan rawan tindak kejahatan dan kecelakaan.

‎Pantauan wartawan Pusat Berita, Rabu, (9/7) 2025 malam, dari ratusan lampu JPU yang ada, beberapa dalam kondisi mati. Terutama di Jalan Raya Kopassus yang bertepatan dengan akses Gerbang Tol Serang Barat.

‎Menurut warga setempat, penerangan yang minim tidak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga meningkatkan resiko kecelakaan dan tindak kriminal.

‎”Sering lewat sini kalau pulang kerja memang gelap, apalagi kalau musim hujan, modal cuma lampu kendaraan sama penerangan dari SPBU,” ujar Sanur (34) seorang pengendara motor.

‎‎Padahal jalur ini, Sanur berkata, masuk kawasan perkotaan yang berbatasan dengan Kabupaten dan Kota Serang. Sekaligus keluar-masuk kendaraan dari tol Serang Barat.

‎”Memiliki mobilitas tinggi, baik pada siang maupun malam hari yang dilewati berbagai kendaraan besar dan kecil,” tambahnya.

Baca Juga :  FORMITRA Desak Reformasi Moral ASN Kabupaten Tangerang

‎Beberapa pengendara lain menyebutkan, bahwa kondisi gelap dan hanya bermodalkan lampu kendaraan saja tidak cukup untuk dikategorikan jalan aman dan nyaman bagi setiap pengendara.

‎”Lampu jalan di kawasan ini sudah lumayan tapi memang ada yang redup, bahkan ada yang mati total. Kami khawatir, apalagi kalau malam hari, jalan jadi gelap dan rawan kecelakaan,” ucap Yusril (25) salah satu warga setempat.

‎‎Selanjutnya, dari kondisi tersebut warga berharap terhadap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan penerangan lampu jalan agar tidak lagi adanya korban jiwa.

‎Diketahui, ruas jalan tersebut merupakan jalan protokol dan masuk dalam kategori kawasan vital menghubungkan antara Cilegon dan Serang. Namun, luput dari prioritas penerangan.

‎Selain penerangan jalan yang minim, kondisi aspal jalan tersebut bergelombang serta berlobang yang disebabkan dari aktivitas kendaraan besar selama 24 jam. Hal ini yang memicu banyaknya kecelakaan sering terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Poros Baru Tangerang Serukan Mosi Tidak Percaya Terhadap APH
Jamaah Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Hubburrosul Kota Tangerang
BEM PTNU Goes to School: Bentuk Nyata Pengabdian Masyarakat
‎DPAD Kota Tangerang Telan Rp826 Juta untuk Perpustakaan Digital
Kolaborasi Perumda TB–UI, Sachrudin: Wujudkan Pelayanan Air Bersih Makin Prima
MA Da’il Khairaat Resmi Buka MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027
Pemuda Muslim Provinsi Banten Apresiasi Polri Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Jampidsus
Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat, RAPID Indonesia Gelar Pelatihan First Aid Basic di Bintaro
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:42 WIB

‎Poros Baru Tangerang Serukan Mosi Tidak Percaya Terhadap APH

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:31 WIB

Jamaah Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Hubburrosul Kota Tangerang

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:48 WIB

BEM PTNU Goes to School: Bentuk Nyata Pengabdian Masyarakat

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:58 WIB

‎DPAD Kota Tangerang Telan Rp826 Juta untuk Perpustakaan Digital

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:25 WIB

Kolaborasi Perumda TB–UI, Sachrudin: Wujudkan Pelayanan Air Bersih Makin Prima

Berita Terbaru