TANGERANG, PUSATBERITA – Peringatan HUT ke-33 Kota Tangerang dinilai perlu menjadi momentum evaluasi sektor pendidikan. Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Tangerang, menyoroti masih adanya beban biaya pendidikan yang dirasakan pelajar dan orang tua.
Sekretaris Umum PD PII Tangerang, Fadli Z.A, menyampaikan bahwa berdasarkan temuan lapangan dan laporan pelajar, praktik pembebanan biaya pendidikan masih terjadi dalam berbagai bentuk, terutama melalui kegiatan sekolah yang bersifat wajib namun berdampak finansial.
“Ini menunjukkan pendidikan di Kota Tangerang belum sepenuhnya terbebas dari praktik komersialisasi, dan berdampak pada pelajar dari keluarga ekonomi menengah ke bawah,” ujar Fadli, Rabu (25/2/2026).
Selain itu, PD PII Tangerang menilai kebijakan pendidikan masih berorientasi administratif dan minim melibatkan pelajar sebagai subjek evaluasi. Padahal, suara pelajar penting agar kebijakan sesuai dengan kebutuhan nyata di sekolah.
“Pendidikan adalah hak, bukan beban. Di usia ke-33, Kota Tangerang harus berani melakukan koreksi,” tegasnya.
PD PII Tangerang mendorong pemerintah daerah memperkuat pengawasan sekolah, menertibkan pembebanan biaya, serta memastikan pendidikan yang adil dan bermutu bagi seluruh pelajar.











