LMND Gelar Diskusi Publik: Telaah Kebijakan Politik Luar Negeri Prabowo

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi publik bertema “Menelaah Kebijakan Politik Luar Negeri Prabowo” (Foto: Istimewa)

Diskusi publik bertema “Menelaah Kebijakan Politik Luar Negeri Prabowo” (Foto: Istimewa)

JAKARTA, PUSATBERITADiskusi publik bertema “Menelaah Kebijakan Politik Luar Negeri Prabowo”, Eksekutif Nasional Bidang Luar Negeri LMND menghadirkan perwakilan kelompok Cipayung seperti Ketua Bidang PP KAMMI, Ketua Bidang Geopolitik DPP GMNI, Departemen Luar Negeri KMHDI, dan Ketua Bidang Luar Negeri PII. Rabu (25/2/2026).

Forum ini secara tegas mengkritisi arah politik luar negeri pemerintahan Prabowo Subianto bersama Menteri Luar Negeri Sugiono, khususnya terkait respons Indonesia terhadap inisiatif Board of Peace (BOP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Seluruh narasumber menyatakan keberatan atas BOP karena dinilai tidak memiliki indikator keuntungan ekonomi maupun jaminan keadilan politik bagi negara-negara terdampak konflik, terutama Palestina.

Ketua Bidang Geopolitik DPP GMNI menegaskan bahwa dewan tersebut lebih mencerminkan kepentingan geopolitik Amerika Serikat ketimbang agenda perdamaian yang substantif.

Sikap ini diperkuat oleh pernyataan PP KAMMI yang menegaskan konsistensi perjuangan kemerdekaan Palestina serta mendesak pemerintah Indonesia agar tidak terseret dalam desain strategi politik Washington.

“Pemerintah dinilai harus merancang strategi nasionalnya sendiri, bukan menjadi objek dari strategi global pihak lain. Bahkan, terdapat kritik bahwa sikap Presiden Prabowo terhadap isu ini masih cenderung abu-abu dan belum menunjukkan ketegasan diplomatik,” tegas PP KAMMI.

Baca Juga :  DPP SEDARA Gelar Aksi di Mabes Polri, Desak Nonaktifkan Dirlantas Polda Jambi

Sementara itu, KMHDI menyoroti dimensi struktural geopolitik global, terutama persoalan distribusi rantai pasok internasional yang menjadi sumber ketegangan kontemporer.

“Indonesia didorong untuk memperkuat kemandirian nasional sebagai fondasi politik luar negeri yang berdaulat,” ujar perwakilan KMHDI.

PII menambahkan bahwa fragmentasi dan polarisasi konflik global hari ini menunjukkan eskalasi yang berbahaya, dengan Timur Tengah kembali menjadi episentrum ketegangan.

“Dalam situasi tersebut, Indonesia dinilai harus menentukan sikap politik luar negeri secara mandiri dan konstitusional sesuai amanat UUD 1945,” tambah perwakilan PII.

Perwakilan LMND, Muhammad Armed Ngabalin, menyatakan bahwa yang mendesak justru penguatan ketahanan nasional dan penegasan sikap independen terhadap solusi dua negara (two-state solution).

“Bagi Palestina, sebagai manifestasi politik luar negeri bebas dan aktif yang tidak tunduk pada kepentingan kekuatan besar,” tutup Armed.

Secara keseluruhan, forum menyepakati bahwa BOP bukanlah solusi utama dalam kerangka politik luar negeri Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

EN LMND Mengecam Keras Brutalitas Aparat di Maluku: Bukti Reformasi Polri Hanya Gimmick
Oknum Aparat di Tual Hilangkan Nyawa Pelajar, KIMIT-UNUSIA Desak Pengusutan Secara Transparan
Ketua Umum PB PII Kecam Keras Tindakan Pemukulan Aparat Terhadap Pelajar di Tual
Mahasiswa Gugat UU Pesantren ke MK: Kebijakan Dinilai Menggemakan Pola Historis Kolonial
Emrus Sihombing Minta MBG Harus Miliki Sumber Pendanaan Baru
SMIT Gelar Aksi di ESDM: Desak Selesaikan Permasalahan Pembebasan Lahan di Halmahera Timur
100 Juta Warga Terancam Tak Punya Tabungan Pensiun di 2038
Kemenkeu Soroti Rendahnya Tabungan Hari Tua Baru 13% PDB
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:08 WIB

LMND Gelar Diskusi Publik: Telaah Kebijakan Politik Luar Negeri Prabowo

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:40 WIB

EN LMND Mengecam Keras Brutalitas Aparat di Maluku: Bukti Reformasi Polri Hanya Gimmick

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:34 WIB

Oknum Aparat di Tual Hilangkan Nyawa Pelajar, KIMIT-UNUSIA Desak Pengusutan Secara Transparan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:50 WIB

Ketua Umum PB PII Kecam Keras Tindakan Pemukulan Aparat Terhadap Pelajar di Tual

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:37 WIB

Mahasiswa Gugat UU Pesantren ke MK: Kebijakan Dinilai Menggemakan Pola Historis Kolonial

Berita Terbaru

Drainase Air Warga Terdampak Air Lindi, Terlihat Warna Air Sangat Hitam Pekat (Foto: Investigasi/Pusat-Berita)

Investigasi

Air Lindi TPA Rawa Kucing Masih Mencemari Drainase Warga

Kamis, 26 Feb 2026 - 00:40 WIB