Mangkrak dan Tak Berfungsi, Gedung Posyantek Sepatan Disorot Aktivis

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

gedung posyantek yang tidak terawat dan terlihat tidak ada aktivitas (Doc. Istimewa)

gedung posyantek yang tidak terawat dan terlihat tidak ada aktivitas (Doc. Istimewa)

TANGERANG, PUSATBERITA – Sabtu, 14 Maret Gedung Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Kecamatan Sepatan kini menjadi sorotan tajam. Bangunan yang didirikan menggunakan anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang tersebut terpantau terbengkalai, tidak berpenghuni, dan kehilangan fungsinya secara total sebagai pusat inovasi teknologi masyarakat.

‎​Kondisi gedung yang sunyi tanpa aktivitas maupun pengurus ini memicu kritik keras dari berbagai pihak, mengingat besarnya anggaran negara yang terserap untuk pembangunannya namun tidak memberikan asas manfaat bagi warga.

‎​Riki Ade Suryana, Pemuda Sepatan sekaligus Aktivis Muda Tangerang, menyatakan keprihatinannya saat meninjau lokasi Gedung Posyantek yang berada di Jalan Lingkar Pasar Sepatan, tepat di sebelah bekas Gedung UPT Pendidikan tersebut. Ia menilai pembiaran aset negara ini adalah bentuk manajemen publik yang buruk karena sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa evaluasi.

‎​”Sangat disayangkan, gedung yang dibangun dari uang rakyat—dari pajak yang kita bayar—justru disia-siakan begitu saja. Jangankan aktivitas inovasi, batang hidung pengurusnya pun tidak terlihat. Gedung ini sudah bertahun-tahun sunyi seperti ‘rumah hantu’. Mirisnya, tidak ada kegiatan sama sekali terkait pelayanan maupun inovasi teknologi di sana, maka wajar saja jika masyarakat menyebutnya mati fungsi,” ujar Riki dengan nada tegas.

‎​Lebih lanjut, Riki menyoroti dampak dari kekosongan gedung tersebut. Karena lokasi yang dianggap kurang strategis dan minim pengawasan, area sekitar gedung justru dimanfaatkan oleh pedagang pasar yang diduga tidak berizin. “Ini jelas pembiaran yang merusak fungsi awal bangunan dan estetika lingkungan,” tambahnya.

‎​​Riki menekankan bahwa setiap aset daerah harus dikelola secara efektif sebagaimana diatur dalam:

‎​UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara: Bahwa pengelolaan keuangan negara harus dilakukan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, dan transparan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Asap Tebal Selimuti Pemukiman Warga Sekitar TPA Jatiwaringin

‎​PP No. 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah: Aset yang tidak digunakan untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi instansi harus dioptimalisasi atau dipindahtangankan agar tidak merugikan keuangan daerah.

‎​Pertanyaan Terbuka untuk DPMPD, Diskominfo & Pemerintah Kabupaten Tangerang:

‎​Sejauh mana pengawasan dan audit terhadap fungsi Gedung Posyantek di tingkat kecamatan yang mangkrak bertahun-tahun ini?

‎​Mengapa aset yang dibangun dengan biaya besar dibiarkan tanpa pengurus dan kini justru menjadi area lapak liar?

‎​Apakah ada transparansi mengenai realisasi program inovasi teknologi yang seharusnya berjalan di gedung tersebut?

‎​Daripada menjadi gedung yang rusak dimakan waktu dan disalahgunakan, Riki mengusulkan agar pemerintah lebih bijak dalam mendistribusikan hak pakai gedung kepada lembaga yang jauh lebih produktif.

‎​”Di Sepatan ini banyak organisasi atau lembaga sosial yang sangat aktif tapi tidak punya kantor. Contohnya teman-teman Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka adalah relawan sosial yang sangat perhatian, setiap hari mengabdi untuk masyarakat, rutin mengadakan pertemuan, namun belum memiliki kantor tetap. Sangat ironis, yang aktif melayani rakyat tidak punya tempat, sementara gedung yang ada malah dibiarkan mati fungsi,” tegas Riki.

‎”​Tujuan ​Kritik ini dilayangkan sebagai bentuk Social Control agar ​Pemerintah Kabupaten Tangerang segera melakukan audit aset di wilayah Kecamatan Sepatan.

‎​Mendorong azas kebermanfaatan anggaran agar tepat sasaran dan tidak mubazir.​Memberikan ruang fasilitas bagi para relawan sosial yang kontribusinya nyata dalam membantu pembangunan daerah.,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkop Ferry Siap Hadir, PB SEMMI Perkuat Persiapan Kongres IX dan Pengembangan Koperasi Mahasiswa
Prahara Rotasi Jabatan di Bogor: Antara Dugaan Pidana ASN dan Posisi ‘Basah’ di RSUD
Sambut Harlah ke-92, PAC GP Ansor Sepatan Gelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Organisasi.
Diduga Menabrak KUHP & KUHAP Baru, Polresta Tigaraksa Tangerang di Praperadilkan
FPKN: Pengangkatan Kadin dan Polemik Dinasti Politik Gubernur Kaltim
Harlah ke-66 PMII: Momentum Kembali ke Khittah dan Penegasan Sikap Kritis
Diduga Langgar Izin, PT. Duta Abadi Primantara di Demo Puluhan Pemuda
Tuduhan “Penistaan Agama” Terhadap Jusuf Kalla, PB PII Buka Suara
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 21:12 WIB

Menkop Ferry Siap Hadir, PB SEMMI Perkuat Persiapan Kongres IX dan Pengembangan Koperasi Mahasiswa

Selasa, 21 April 2026 - 13:27 WIB

Prahara Rotasi Jabatan di Bogor: Antara Dugaan Pidana ASN dan Posisi ‘Basah’ di RSUD

Senin, 20 April 2026 - 19:47 WIB

Sambut Harlah ke-92, PAC GP Ansor Sepatan Gelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Organisasi.

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WIB

Diduga Menabrak KUHP & KUHAP Baru, Polresta Tigaraksa Tangerang di Praperadilkan

Senin, 20 April 2026 - 18:42 WIB

FPKN: Pengangkatan Kadin dan Polemik Dinasti Politik Gubernur Kaltim

Berita Terbaru