Partai Gema Bangsa Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

- Penulis

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Partai Gema Bangsa secara tegas menolak wacana pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) (Foto: Ai).

Partai Gema Bangsa secara tegas menolak wacana pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) (Foto: Ai).

‎‎JAKARTA, PUSATBERITA – Partai Gema Bangsa secara tegas menolak wacana pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

‎Partai yang dipimpin oleh Ahmad Rofiq tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan dan memperjuangkan sistem Pilkada secara langsung oleh rakyat.

‎Wakil Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Joko Kanigoro mengaku pihaknya menilai bahwa Pilkada langsung merupakan salah satu pilar penting demokrasi yang harus dijaga karena menjadi sarana utama bagi rakyat untuk menyalurkan hak politiknya secara langsung.

‎Dalam pernyataannya, Joko menegaskan bahwa usulan Pilkada melalui DPRD berpotensi menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan politik, sekaligus membuka ruang dominasi elite dan kepentingan tertentu dalam menentukan kepala daerah.

‎“Gema Bangsa menolak usulan pilkada melalui DPRD. Kami secara tegas menginginkan dan akan terus memperjuangkan pemilihan langsung, sebagaimana tertuang dalam visi partai, yaitu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama, bukan tunduk pada tekanan oligarki,” kata Joko dalam konferensi persnya, Jakarta, Jumat (16/1/2025).

Baca Juga :  Gibran Bakal Punya Istana Wapres di IKN Senilai Rp1.7 T

‎Joko menuturkan jika demokrasi tidak boleh direduksi hanya demi alasan efisiensi atau stabilitas politik jangka pendek.

‎Menurutnya penguatan demokrasi justru harus diarahkan pada peningkatan kualitas partisipasi publik, transparansi, serta pendidikan politik bagi masyarakat.

‎Lebih lanjut, kata Joko, sikap tersebut sejalan dengan visi dan misi Partai Gema Bangsa yang menempatkan kedaulatan rakyat sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

‎”Karenanya, setiap kebijakan yang berpotensi mengurangi hak politik rakyat dinilai perlu ditolak dan dikritisi secara terbuka,” tuturnya.

‎Joko menegaskan partainya akan terus menyuarakan penolakan terhadap wacana Pilkada melalui DPRD dalam berbagai forum politik, baik di tingkat nasional maupun daerah.

‎”Gema Bangsa juga berkomitmen untuk mendorong dialog publik dan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat sipil guna menjaga keberlangsungan demokrasi yang partisipatif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional
Indonesia Catat Serangan Buaya Tertinggi di Dunia, Seiring Rusaknya Habitat
‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok
‎Jelang Kongres HIKMAHBUDHI, Ananda Tegaskan Gajah Ganesa Bukan Simbol Afiliasi Partai
‎Survei SMRC: Kepuasan terhadap Prabowo Terjun ke 51 Persen
Edy Mulyadi Kaitkan Menhan Dugaan Perlawanan Mafia Sawit
Kejagung Tersangkakan Brigjen Polri Diduga Korupsi Ompreng MBG
Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:31 WIB

Indonesia Catat Serangan Buaya Tertinggi di Dunia, Seiring Rusaknya Habitat

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:33 WIB

‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:57 WIB

‎Jelang Kongres HIKMAHBUDHI, Ananda Tegaskan Gajah Ganesa Bukan Simbol Afiliasi Partai

Senin, 27 Juli 2026 - 11:54 WIB

‎Survei SMRC: Kepuasan terhadap Prabowo Terjun ke 51 Persen

Berita Terbaru