PBA UNIMAL Gelar Sekolah Darurat untuk Anak Terdampak Bencana di Aceh Utara

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Posko Bencana Alam Universitas Malikussaleh (PBA UNIMAL)

Posko Bencana Alam Universitas Malikussaleh (PBA UNIMAL)

ACEH UTARA, PUSATBERITA – Posko Bencana Alam Universitas Malikussaleh (PBA UNIMAL) yang terdiri dari sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti KSR PMI Unit 04 UNIMAL, Menwa, TDC, SAR, Pramuka, PA-Umpal, serta Scenia Film, menggelar program Sekolah Darurat bagi anak-anak korban bencana banjir di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Program ini bertujuan untuk mengembalikan semangat belajar anak-anak yang sempat menurun akibat trauma dan berbagai kendala pascabencana.

Kegiatan Sekolah Darurat mulai dilaksanakan pada Senin, 18 Januari, dan direncanakan berlangsung hingga 4 Februari. Selama berada di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak, relawan PBA UNIMAL mengadakan proses belajar mengajar setiap hari.

Menurunnya minat anak untuk kembali bersekolah pascabanjir menjadi latar belakang pelaksanaan program ini. Hasil observasi di lapangan menunjukkan banyak anak mengalami trauma, rasa takut, kehilangan perlengkapan sekolah, hingga perubahan lingkungan belajar. Kondisi sekolah yang rusak serta keluarga yang masih fokus pada pemulihan ekonomi turut memperburuk situasi pendidikan mereka.

Baca Juga :  Debu Pekat Selimuti Suralaya, Warga Cemas Hirup Fly Ash PLTU 9-10

Koordinator PBA UNIMAL, Ahmad Hambali, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi psikologis dan pendidikan anak pascabencana.

“Anak-anak merupakan kelompok rentan yang terdampak secara mental. Melalui sekolah darurat ini, kami ingin memulihkan semangat, rasa aman, dan kebiasaan belajar mereka agar siap kembali ke sekolah formal,” ujarnya.

Kegiatan yang diberikan meliputi belajar membaca, menulis, berhitung, permainan edukatif, menggambar, serta edukasi kebencanaan. Seluruh metode pembelajaran disesuaikan dengan kondisi anak agar tidak menimbulkan tekanan dan tetap memberikan rasa nyaman.

Program ini berjalan berkat kolaborasi lintas UKM di lingkungan Universitas Malikussaleh dan dukungan masyarakat serta aparat desa. Selain fokus pada pendidikan anak, relawan PBA UNIMAL juga turut membantu pemulihan fasilitas umum di wilayah terdampak bencana.

PBA UNIMAL menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam proses pemulihan pascabencana, terutama dalam aspek pendidikan dan perlindungan anak, sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kemanusiaan mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distribusi Bantuan Pangan di Kelurahan Benda Berjalan Tertib, Sebanyak 1.594 Warga Terima Bantuan
Pengamat Sebut Perumda Tirta Benteng Tetap Jalankan Transparansi dan Terima Kritik
PB PII: Pembubaran Nobar Film Adalah Bentuk Nyata Ketakutan Negara
Hasil Musda PBB Banten, Todo Nainggolan Resmi Pimpin Periode 2026–2031
Dugaan Miras dan Wanita Penghibur di TPA Jatiwaringin, Aktivis Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Bela Ayah dari Intimidasi Debt Collector, Malah Ditetapkan Tersangka
IMMT Apresiasi Langkah Distan Kota Tual Antisipasi El Niño Tahun 2026
Chorinus Eric Nerokou Buka Workshop Litigation Skill, PLN Bahas Perkembangan KUHP-KUHAP Baru
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:45 WIB

Distribusi Bantuan Pangan di Kelurahan Benda Berjalan Tertib, Sebanyak 1.594 Warga Terima Bantuan

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:28 WIB

Pengamat Sebut Perumda Tirta Benteng Tetap Jalankan Transparansi dan Terima Kritik

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:16 WIB

PB PII: Pembubaran Nobar Film Adalah Bentuk Nyata Ketakutan Negara

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:47 WIB

Hasil Musda PBB Banten, Todo Nainggolan Resmi Pimpin Periode 2026–2031

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:12 WIB

Dugaan Miras dan Wanita Penghibur di TPA Jatiwaringin, Aktivis Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Berita Terbaru