RUU Perampasan Aset Dicoret, PIM: Tambahan Inkonsisten DPR

- Penulis

Kamis, 6 Maret 2025 - 23:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi | Sumber: SamudraFakta.com/Faried Wijdan

Ilustrasi | Sumber: SamudraFakta.com/Faried Wijdan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kembali tidak masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025-2029. Padahal, RUU ini telah diinisiasi sejak 2003 oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan mengadopsi prinsip-prinsip The United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

RUU Perampasan Aset sebelumnya telah tercatat dalam Prolegnas 2010-2014 dan bahkan menjadi salah satu prioritas. Ketua DPR RI periode 2019-2024, Puan Maharani, juga sempat menegaskan bahwa RUU ini akan menjadi pembahasan bagi anggota dewan periode 2024-2029. Namun, fakta terbaru menunjukkan bahwa RUU ini kembali terpinggirkan dari daftar Prolegnas.

Menanggapi hal ini, Santo Nainggolan, S.H., selaku Penasehat Poros Intelektual Muda (PIM), menyayangkan keputusan anggota DPR yang tidak memprioritaskan pembahasan RUU Perampasan Aset. Menurutnya, ketidaksiapan dan keengganan para anggota dewan, khususnya Badan Legislasi (Baleg), menunjukkan kurangnya keseriusan dalam mengesahkan aturan yang sangat penting untuk pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Sangat disayangkan, para anggota dewan di Senayan tidak menunjukkan niat untuk menyelesaikan RUU ini, padahal sudah dibahas selama 18 tahun. Ketidakhadiran RUU Perampasan Aset dalam Prolegnas 2025-2029 adalah bentuk nyata dari ketidakseriusan mereka,” ujar Santo.

Baca Juga :  Muzaki Mindset: Dari Menerima Menjadi Memberi, Membangun Kemandirian Ekonomi Umat

Lebih lanjut, Santo menekankan bahwa RUU ini sangat krusial untuk segera disahkan, terutama mengingat banyaknya kebijakan pemerintah pusat yang membutuhkan pengelolaan aset yang transparan dan akuntabel. Program-program seperti makan bergizi gratis, pengelolaan aset melalui Danantara, pembangunan tiga juta rumah, serta berbagai proyek lainnya, berisiko menjadi ladang praktik mega korupsi jika tidak diimbangi dengan regulasi yang kuat seperti RUU Perampasan Aset.

“Jika RUU ini terus-menerus ditunda, maka tidak menutup kemungkinan kasus mega korupsi akan kembali terjadi, bahkan lebih besar dari skandal korupsi Pertamina. Pengelolaan aset seperti melalui Danantara juga bisa menjadi celah bagi praktik korupsi yang merugikan rakyat Indonesia,” jelasnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari DPR mengenai alasan RUU Perampasan Aset tidak masuk dalam Prolegnas 2025-2029. Namun, masyarakat dan berbagai elemen antikorupsi terus mendesak agar DPR segera meninjau ulang keputusan tersebut dan kembali menjadikan RUU ini sebagai prioritas pembahasan guna memperkuat upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.


Artikel Lain : Dugaan Limbah Berbahaya, Saksi dalam Sidang PT PKP Akui Proses Pembuangan Limbah

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menakar Dua Tahun Prabowo Gibran: Menguji Janji, Membongkar Paradoks Pembangunan, dan Menuntut Koreksi Kebijakan demi Keadilan Rakyat
Nightmare Scenario: Prabowo Mengunci Pusat Kekuasaan
TNI, Ruang Sipil, dan Jalan Generasi
Tragedi Siswa SD Pemalang: Ketika Sekolah Gagal Melindungi Anak
Potensi Desa, Kamuflase Baru Eksploitasi
‎Eco-Anxiety: Krisis Iklim dan Persoalan HAM
‎Bandung Lautan Api: Prabowo dan Moral Hazard Kekuasaan
Islam Jangan Hanya Menjadi Identitas: Keislaman Harus Melahirkan Keberanian Melawan Ketidakadilan
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:24 WIB

Menakar Dua Tahun Prabowo Gibran: Menguji Janji, Membongkar Paradoks Pembangunan, dan Menuntut Koreksi Kebijakan demi Keadilan Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Nightmare Scenario: Prabowo Mengunci Pusat Kekuasaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:20 WIB

TNI, Ruang Sipil, dan Jalan Generasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Tragedi Siswa SD Pemalang: Ketika Sekolah Gagal Melindungi Anak

Kamis, 24 September 2026 - 12:06 WIB

Potensi Desa, Kamuflase Baru Eksploitasi

Berita Terbaru

Daniel H Nainggolan, Ketua Umum Poros Intelektual Muda (Foto/ist)

Jakarta

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:48 WIB

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB