Komnas HAM Aceh Desak Prabowo Status Bencana Nasional

- Penulis

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Ilustrasi kondisi banjir Pidie Jaya. Foto: Dok Kiriman warga.

‎Ilustrasi kondisi banjir Pidie Jaya. Foto: Dok Kiriman warga.

‎ACEH, PUSATBERITA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sekretariat Aceh menyatakan banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah memenuhi indikator penetapan bencana nasional.

‎Seperti dikutip Antara, Kepala Sekretariat Komnas HAM Aceh, Sepriady Utama, mengatakan hal itu merujuk Pasal 7 ayat (2) UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang mencakup jumlah korban, kerugian material signifikan, cakupan wilayah lintas daerah, rusaknya infrastruktur, hingga terganggunya layanan publik, serta menurunnya kemampuan daerah menangani bencana.

‎Komnas HAM mendorong pemerintah segera menetapkan status bencana nasional guna mempercepat penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi di tiga provinsi tersebut.

‎Menurut Komnas HAM RI, dampak bencana dinilai sangat berat, mulai dari ribuan warga kehilangan tempat tinggal, akses air bersih, layanan kesehatan dan pendidikan, hingga rusaknya infrastruktur vital seperti jembatan, jalan, listrik, dan telekomunikasi.

Baca Juga :  Buntut Aroma Tak Sedap, CV. PPI Digeruduk Masyarakat

‎Pada 8 – 11 Desember 2025, Komnas HAM melakukan pemantauan di sejumlah wilayah terdampak berat, termasuk Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen, dengan fokus pada pemenuhan hak dasar penyintas, khususnya kelompok rentan.

‎Data BNPB hingga 18 Desember 2025 mencatat 52 kabupaten/kota terdampak, 1.059 orang meninggal, 192 hilang, 6.982 luka-luka, serta ratusan ribu rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.

‎Komnas HAM menegaskan pengungsi berhak atas pangan, air bersih, tempat tinggal layak, layanan kesehatan, dan sanitasi tanpa diskriminasi. Pemerintah diminta membuka akses cepat dan bebas bagi bantuan kemanusiaan, termasuk dari organisasi internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Masyarakat Adat Sedunia: Jutaan Warga Masih Berjuang untuk Tanah Leluhur
‎Buaya Muara, Predator Purba yang Bertahan Lintas Zaman
Pangeran Arab Saudi Tewas Pasca Konsumsi Alkohol dan Narkoba
Menemukan Makna Perjalanan di Lereng Gunung Gede
Diduga Awak Kapal Asal Indonesia Jadi Korban Dalam Pembajakan Kapal Tanker MT Honour 25
Santri Pare Raih Prestasi: IIBSA Sabet Medali Perunggu Singapore Invention Convention 2026
Prabowo di Tengah Labirin Geopolitik
Lanjutkan Perang! ‎Iran Tolak Tegas Tawaran Negosiasi Trump ‎
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:32 WIB

Hari Masyarakat Adat Sedunia: Jutaan Warga Masih Berjuang untuk Tanah Leluhur

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:09 WIB

‎Buaya Muara, Predator Purba yang Bertahan Lintas Zaman

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:55 WIB

Pangeran Arab Saudi Tewas Pasca Konsumsi Alkohol dan Narkoba

Selasa, 30 Juni 2026 - 04:28 WIB

Menemukan Makna Perjalanan di Lereng Gunung Gede

Senin, 27 April 2026 - 12:03 WIB

Diduga Awak Kapal Asal Indonesia Jadi Korban Dalam Pembajakan Kapal Tanker MT Honour 25

Berita Terbaru

Drone water bombing sedang isi daya untuk padamkan kebakaran bromo, Minggu (9/8/2026) (Foto: Miftahul Huda/Kompas.com).

Nasional

Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo

Senin, 10 Agu 2026 - 05:54 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Ahad, 9 Agustus 2026 (Foto: kehutanan.go.id).

Daerah

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Senin, 10 Agu 2026 - 02:25 WIB

Foto: istimewa.

Nasional

PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai

Minggu, 9 Agu 2026 - 12:03 WIB