Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Jadi Fokus Diskusi Warga Marunda

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana akrab dan penus antusias terasa di RPTRA Mutiara, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (14/2). Warga dari berbagai kalangan berkumpul dalam forum diskusi bertajuk “Bingkai Harapan: Merangkai Masa Depan Indonesia”, sebuah ruang ngobrol santai yang justru melahirkan pembahasan serius soal masa depan ekonomi keluarga.

Kegiayan ini diikuti ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pengurus organisasi kemasyarakatan. Hari sebagai narasumber antara lain Ketua PC IKA PMII Jakarta Utara Ratunissa, Konsultan dan Auditor Legalitas Roni Saputra, serta eks Anggota DPR RI periode 2019-2024 Yanuar Prihatin.

Mengubah pola pikir, dari bertahan hidup ke bertumbuh

Dalam diskusi, Roni Saputra mengungkapkan bahwa hambaran terbesar dalam pendampingan ekonomi keluarga buka sekadar keterbatasan modal, melainkan persoalan kepercayaan diri. Banyak ibu rumah tangga, menurutnya, masih terjebak pada pola pikir bertahan hidup di tengah ekonomi yang tidak stabil.

Pendekatan yang dilakukan adalah edukasi kewirausahaan sederhana, pengelolaan keuangan rumah tangga, dan pemanfaatan potensi lokal. Ia juga menekankan pentingnya legalitas usaha.

“Legalitas seperti izin usaha dan sertifikasi halal bukan hanya administrasi, tetapi pintu masuk peningkatan kesejahteraan. Produk keluarga akan lebih dipercaya pasar, akses pembiayaan terbuka, dan peluang berkembanga semakin besar,” jelas Roni.

Masalah riil rumah tangga

Ratunissa menyoroti persoalan yang kerap dihadapi keluarga berpenghasilan rendah, mulai dari sulitnya kses permodalan, minimnya literasi keuangan, hingga tekanan psikologis akibat beban ekonomi.

Baca Juga :  Chorinus Eric Nerokou Buka Workshop Litigation Skill, PLN Bahas Perkembangan KUHP-KUHAP Baru

Melalui organisasi yang dipimpinnya, ia berkomitmen menghadirkan pelatihan keterampilan, pendampingan usaha mikro, serta membangun jaringan solidaritas antarwarga. Ia menilai persoalan ekonomi keluarga tidak bisa diselesaikan satu pihak saja.

“Kolaborasi antara organisasi, tokoh masyarakat, dan pemerintah menjadi cunci agar solusi bernar-banar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Kekuatan Ibu dalam Ketahanan Keluarga

Sementara itu, Yanuar Prihatin menegaskan bahwa peran ibu rumah tangga merupakan fondasi ketahanan keluarga. Ketangguhan mental, kasih sayang kepada anak, dan semangat memperbaiki kehidupan menjadi modal sosial yang besar.

Ia mendorong penguatan komunitas tingkat RT/RW, akses pelatihan kerja, serta pengembangan usaha produktif sesuai potensi wilayah Marunda. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya menyaksikan perubahan, tetapi perlu terlibat langsung menjadi bagian dari solusi.

Dari diskusi ke aksi

Forum “Ngobrol Santai” ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkup paling kecil: keluarga. Pemberdayaan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dinilai sebagai fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, warga Marunda menaruh harapan bahwa langkah kecil dari lingkungan mereka dapat berkontribusi pada masa depan Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.

Penulis : Devis Mamesah

Editor : Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026
Erry Indriani: Kecemasan Fresh Graduate Bukan Karena Lemah Mental
PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi
Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam
Senanatha Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Islam dan Sarekat Islam dalam Merebut Kemerdekaan
Disebut dalam Persidangan Kasus Blueray, MataHukum Minta Aldison Diperiksa
Aparat Kejar Massa hingga Sekretariat, Mahasiswa Kecam Represifitas
Sosialisasi 4 Pilar: Berikan Pemahaman dan Manfaat Terkait Program KIP
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:30 WIB

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:27 WIB

Erry Indriani: Kecemasan Fresh Graduate Bukan Karena Lemah Mental

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:29 WIB

PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:29 WIB

Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam

Senin, 15 Juni 2026 - 01:35 WIB

Senanatha Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Islam dan Sarekat Islam dalam Merebut Kemerdekaan

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies STISNU Nusantara Kota Tangerang (foto/istimewa)

Opini

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:51 WIB