JAKARTA, PUSATBERITA – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Mardani Ali Sera mendukung Presiden Prabowo Subianto jika melakukan penyegaran Kabinet Merah Putih. Ia meminta proses pergantian menteri tidak semata mempertimbangkan kepentingan politik, tetapi juga kapasitas dan integritas.
Mardani menilai keputusan reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden. Namun, prinsip merit system perlu menjadi salah satu dasar dalam menentukan calon menteri.
“Belum dapat kabar. Intinya itu hak prerogatif Presiden. Tapi merit system perlu jadi pertimbangan,” kata Mardani kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).
Menurut dia, pembenahan kabinet perlu berjalan beriringan dengan reformasi birokrasi. Pemerintah dinilai menghadapi tantangan berat, terutama di tengah sejumlah survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah mengalami penurunan.
“Plus perlu diterapkan reformasi birokrasi. Miskin struktur dan kaya fungsi. Presiden Prabowo punya tugas berat. Di beberapa survei tingkat kepuasan publik turun,” ujarnya.
Anggota Komisi II DPR RI itu juga membuka peluang masuknya wajah baru ke dalam Kabinet Merah Putih. Ia menilai latar belakang partai politik tidak seharusnya menjadi ukuran utama.
Mardani mendorong pemerintah memilih sosok yang memiliki kapasitas dan integritas, termasuk dari kalangan profesional.
“Bagus kalau mau rekrut orang, yang dikenal publik orang yang punya kapasitas dan integritas. Kalau perlu profesional, tidak harus orang partai. Ada banyak anak bangsa yang berkualitas,” tuturnya.
Isu Reshuffle Menguat Jelang HUT RI
Wacana perombakan Kabinet Merah Putih kembali mencuat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Informasi yang beredar menyebut reshuffle berpeluang dilakukan setelah 17 Agustus 2026.
Reshuffle tersebut disebut bersifat terbatas dan salah satu fokusnya adalah mengisi sejumlah posisi kementerian yang masih kosong.
Namun, pemerintah sejauh ini membantah telah menyiapkan agenda reshuffle.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan belum ada rencana perombakan kabinet hingga saat ini.
“Nah, masalah reshuffle juga perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih,” kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8).
Meski begitu, Prasetyo menyebut pengisian jabatan yang kosong dapat menjadi prioritas apabila Presiden nantinya memutuskan melakukan perubahan susunan kabinet.
“Kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah mengisi jabatan-jabatan yang saat ini kosong,” ujarnya.











