Refleksi Hari Guru: Momentum Afirmasi dan Apresiasi Substantif

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 18:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Hasbi M. Ashidiqi Guru Honorer Salah Satu Madrasah Swasta di Jakarta 

Perayaan Hari Guru Nasional selama ini lebih sering diposisikan sebagai prosesi seremonial tahunan. Padahal, peran guru jauh melampaui sekadar pengajar disiplin ilmu; mereka adalah penjaga moral, penuntun karakter, serta teladan yang menuntun pengalaman empiris kehidupan bagi peserta didik. Apresiasi simbolik jelas tidak sebanding dengan luasnya tanggung jawab tersebut.

Hari Guru Nasional (HGN), yang diperingati setiap 25 November, kerap kita maknai sebagai hari besar nasional yang penting. Namun, jika ditelaah dari sisi legalitas dan kedudukannya dalam kalender Hari Besar Nasional (PHBN), muncul sejumlah fakta yang mengundang refleksi — sekaligus kritik — atas lemahnya legitimasi substantif dari peringatan ini.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen memang menyebutkan peringatan HGN sebagai bagian formal dari ekosistem pendidikan nasional. Tetapi pengakuan itu berhenti pada tataran simbolik. Tidak ada insentif legal lebih konkret seperti cuti bersama, tunjangan khusus peringatan, atau bentuk penghargaan struktural lain yang mempertegas posisi guru sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Pengakuan tanpa penguatan hak pada akhirnya hanya menjadi seremonial tahunan yang hampa.

Baca Juga :  Trump, Iran, dan Ilusi Perdamaian: Politik Ketidakpastian sebagai Senjata

Padahal, amanat konstitusi — mencerdaskan kehidupan bangsa — menjadikan guru ujung tombak peradaban nasional. Namun bagaimana visi “Indonesia Emas 2045” ingin diwujudkan bila penghargaan terhadap guru masih bersifat simbolik? Ironisnya, hingga hari ini pemerataan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer, tidak kunjung terselesaikan. Jurang kesenjangan antara guru honorer dan guru berstatus tetap masih terasa lebar, meski beban kerja dan tanggung jawab mereka sejatinya sama.

Dengan kondisi demikian, peringatan Hari Guru Nasional semestinya tidak berhenti pada seremoni, panggung apresiasi, atau slogan inspiratif semata. Sudah saatnya pemerintah mempertimbangkan revisi regulasi agar HGN menjadi momentum afirmasi yang nyata — bukan hanya perayaan, tetapi penguatan martabat dan pemenuhan hak-hak guru secara hukum dan kebijakan.

Tanpa langkah konkret itu, kita hanya memperingati pahlawan pendidikan sekali setahun, sementara kesejahteraan, perlindungan, dan penghargaan substantif terhadap mereka terus terabaikan di luar upacara. Guru tidak meminta selebrasi; mereka membutuhkan legitimasi, kesejahteraan, dan penghargaan yang setimpal dengan amanah besar yang mereka emban.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basudara Aman Rangkul Aktivis Muda Sulut di Jakarta, Dorong Pembangunan Daerah
Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan
Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati
HIMA Persis Jakarta Launching Buku Berjudul Membaca Jakarta, Membangun Peradaban
Basudara AMAN Apresiasi Kinerja dan Respons Cepat Gubernur YSK
‎Eco-Anxiety: Krisis Iklim dan Persoalan HAM
AMPIA Desak BKN Periksa dan Nonaktifkan Sementara Rizka Zamzami
Creative Space KMHDI Diresmikan Menpora Erick Thohir, Jadi Rumah Juang Kader Hindu se-Indonesia
Berita ini 274 kali dibaca

2 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 23:19 WIB

Basudara Aman Rangkul Aktivis Muda Sulut di Jakarta, Dorong Pembangunan Daerah

Senin, 21 September 2026 - 15:33 WIB

Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati

Jumat, 18 September 2026 - 23:51 WIB

HIMA Persis Jakarta Launching Buku Berjudul Membaca Jakarta, Membangun Peradaban

Jumat, 18 September 2026 - 21:10 WIB

Basudara AMAN Apresiasi Kinerja dan Respons Cepat Gubernur YSK

Berita Terbaru

Ketua DPD Generasi Muda Pujakesuma Kabupaten Bogor Ripan Ardiana mendesak transparansi dan evaluasi pengelolaan Lapas Kelas IIA Cibinong. (Foto/dokumen pribadi)

Jawa Barat

Ripan Ardiana Desak Transparansi Pengelolaan Lapas Cibinong

Rabu, 23 Sep 2026 - 18:53 WIB

Ilustrasi Satpol PP Kabupaten Tangerang

Banten

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah

Senin, 21 Sep 2026 - 18:25 WIB