Truk Tanah Diam-Diam Kuasai Jalan, Sampai Kapan Warga Harus Sabar?

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil tangkap layar (screenshot) video amatir.

i

Hasil tangkap layar (screenshot) video amatir.

PusatBerita – Truk tanah masih meresahkan masyarakat Tangerang Raya (sebutan untuk Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang). Setelah insiden memiluhkan yang menimpah Alika (9), seorang anak SD Salembaran II yang kakinya harus diamputasi akibat terlindas truk tanah saat pulang sekolah pada 7 November 2024.

Saat itu juga kejadian yang menimpah Alika memicu reaksi keras masyarakat sekitar dengan demonstrasi besar-besaran yang menyandera serta memblokir satu-satunya jalan penghubung Desa Salembaran dan Kampung Melayu ke Kota Tangerang [dan sebaliknya].

Ini juga menuai berbagai kritik dari berbagai kalangan masyarakat, sehingga membuat truk tanah yang sebelumnya beroperasi melanggar Peraturan Daerah di Tangerang Raya tentang waktu operasional sempat terhenti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muara truk tanah ini diantarkan untuk pengurukan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK) disepanjang pesisir Tangerang Utara, sebuah konsesus yang mendapat restu pemerintah sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah era Jokowi pada Maret 2024.

Setelah protes kritik dan demonstrasi yang membuat aparat kepolisian kewalahan, truk-truk ukuran besar bermuatan tanah ini akhirnya mengikuti Perda [Peraturan Walikota Tangerang Nomor 93/2022; Peraturan Bupati Tangerang Nomor 46/2018; dan Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 58/2019] —

Vidio amatir | Oleh: Andi Latif, warga sekitar Jalan Irigasi

Baca Juga :  Berbagai Masalah JLS yang Harus di Perhatikan Pemerintah Setempat

Tetapi, tetap melakukan “keresahan gaya baru” —pada jam operasi (05.00-22.00) tanah diangkut menggunakan truk ukutan kecil, saat siang menjelang sore hari truk ukuran besar satu per satu datang terparkir secara liar di berbagai ruas jalan Tangerang Raya, seperti Jalan Bayur Sangego dekat Pintu Air 10; sekitar Jalan Raya Prancis, Dadap; atau Jalan Irigasi belakang AirNav Karang Anyar, Neglasari.

Lalu sering kali “tumpahan tanah yang diangkut oleh truk [ukuran kecil maupun besar] jatuh, kalau hujan tanahnya membuat licin jalanan. Jadi pemotor mesti pelan-pelan, sedangkan truk tanah dengan roda empat [yang lebih] stabil melaju sekencang-kencangnya,” ujar Andi Latif, warga sekitar Jalan Irigasi.

Lantas saja masyarakat geram, keresahan gaya baru ini serasa “inisiatif para pengemudi truk tanah, dan memakan ruas jalan disaat ramai jalanan menjadi sempit dan mengganggu aktivitas umum,” ungkap Rizky Bachtiar, seorang karyawan lapangan yang sering melewati Jalan Raya Prancis, Dadap.

Intensitas pengawasan dari Dinas Perhubungan se Tangerang Raya patut dipertanyakan dengan fonomena gaya baru ini. Nyawa dan protes masyarakat sebelumnya kembali tak dihiraukan. Jika kejadian ini tidak mendapat perhatian, dapat menjadi “api dalam sekam” bagi Pemerintah Daerah setempat.


Artikel Lain : Oknum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia Diduga Selewengkan Bantuan Sembako

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eks Kader Nasdem yang diklaim Tokoh Perempuan Entrepreneur Terduga Pelaku Penipuan dan Pengelapan Aset
Dugaan Penyimpangan Penegakan Hukum di Aceh Utara: Ketika Warga Penuntut Hak Tanah Justru Dipidana
Diduga Mark-Up Anggaran Sewa Kantor KCD Tangerang Hampir Rp 300 Juta
PW PII Jawa Barat Soroti Insiden di Bandung: Peringatan atas Ancaman Devaluasi Profesi Gizi dan Keselamatan Pelajar
Aliansi Bitung Bergerak Desak Kejagung Tuntaskan Kasus Perjadin DPRD Tanpa Tebang Pilih
HMI Cabang Tangerang Raya Soroti Kinerja OPD Pemkot, PT TNG, dan Serapan Anggaran Rendah
Finalisasi Data Non-ASN di Patia Disorot: Diduga Ada Ketidaktepatan Verifikasi di Sejumlah Sekolah
DPRD Tangsel Bobrok! PERMAHUTA: Kami Muak Dengan Sandiwara 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:49 WIB

Eks Kader Nasdem yang diklaim Tokoh Perempuan Entrepreneur Terduga Pelaku Penipuan dan Pengelapan Aset

Minggu, 23 November 2025 - 19:42 WIB

Dugaan Penyimpangan Penegakan Hukum di Aceh Utara: Ketika Warga Penuntut Hak Tanah Justru Dipidana

Sabtu, 22 November 2025 - 18:49 WIB

Diduga Mark-Up Anggaran Sewa Kantor KCD Tangerang Hampir Rp 300 Juta

Selasa, 18 November 2025 - 17:28 WIB

PW PII Jawa Barat Soroti Insiden di Bandung: Peringatan atas Ancaman Devaluasi Profesi Gizi dan Keselamatan Pelajar

Selasa, 18 November 2025 - 14:22 WIB

Aliansi Bitung Bergerak Desak Kejagung Tuntaskan Kasus Perjadin DPRD Tanpa Tebang Pilih

Berita Terbaru

Pembagian nasi Sanggar Silat si Rabin (Doc. Ist)

Daerah

Sanggar Silat Si Rabin Berbagi Nasi di Kampung Rawa Bamban

Selasa, 16 Des 2025 - 16:10 WIB