Tuntut Pemecatan Olly dan Rio Dondokambey, Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi Geruduk DPP PDIP

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 00:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Anti Korupsi gelar aksi unjuk rasa di depan DPP PDI-P (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Anti Korupsi gelar aksi unjuk rasa di depan DPP PDI-P (Foto: Istimewa)

JAKARTA, PUSATBERITA – Gelombang protes mendatangi kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (09/04/2026). Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak pimpinan pusat partai segera mengambil tindakan tegas terhadap dua kadernya, Olly Dondokambey dan Rio Dondokambey.

Massa menilai keberadaan keduanya telah menjadi beban integritas bagi partai akibat dugaan keterlibatan dalam serangkaian kasus besar yang mencuri perhatian publik.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Tiknam, menegaskan bahwa tuntutan pemecatan ini didasari oleh indikasi kuat keterlibatan ayah dan anak tersebut dalam skandal korupsi yang merugikan masyarakat.

Tiknam menyoroti dugaan penyimpangan dana hibah pemuda Sinode GMIM yang menyeret nama Rio Dondokambey, serta dugaan permainan izin dan pengelolaan tambang nikel di Pulau Gag, Papua Barat, yang disinyalir melibatkan jaringan kekuasaan Olly Dondokambey.

Mahasiswa menganggap kasus ini bukan sekadar isu hukum, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.

Baca Juga :  Gagal Beraksi, Begal Bersajam di Underpass Angkasa Tak Berhasil Bawa Motor Korban

“Kami mendesak Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk segera memecat Olly dan Rio Dondokambey. Kasus dana hibah pemuda GMIM dan gurita bisnis tambang nikel di Pulau Gag adalah bukti nyata bagaimana kekuasaan diduga disalahgunakan untuk kepentingan kelompok dan dinasti. PDI Perjuangan harus berani berbenah dan membuang benalu yang merusak citra partai sebagai partai wong kito,” tegas Tiknam di hadapan massa aksi.

Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian ini diwarnai dengan pembacaan petisi yang menuntut transparansi internal partai.

“Jika DPP PDIP tidak segera memberikan sanksi pemecatan, mereka akan melakukan konsolidasi yang lebih besar untuk menyuarakan mosi tidak percaya,” ucap Tiknam.

Menurut Tiknam, gerakan ini adalah bentuk penyelamatan terhadap demokrasi agar tidak dikuasai oleh praktik oligarki yang berlindung di balik bendera partai politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026
Erry Indriani: Kecemasan Fresh Graduate Bukan Karena Lemah Mental
PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi
Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam
Senanatha Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Islam dan Sarekat Islam dalam Merebut Kemerdekaan
Disebut dalam Persidangan Kasus Blueray, MataHukum Minta Aldison Diperiksa
Aparat Kejar Massa hingga Sekretariat, Mahasiswa Kecam Represifitas
Sosialisasi 4 Pilar: Berikan Pemahaman dan Manfaat Terkait Program KIP
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:30 WIB

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:27 WIB

Erry Indriani: Kecemasan Fresh Graduate Bukan Karena Lemah Mental

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:29 WIB

PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:29 WIB

Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam

Senin, 15 Juni 2026 - 01:35 WIB

Senanatha Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Islam dan Sarekat Islam dalam Merebut Kemerdekaan

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies STISNU Nusantara Kota Tangerang (foto/istimewa)

Opini

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:51 WIB