Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deklarasi Dorongan Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU di Forum Rembug Muda Nahdliyin Se-Indonesia (Foto: Istimewa)

Deklarasi Dorongan Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU di Forum Rembug Muda Nahdliyin Se-Indonesia (Foto: Istimewa)

JAKARTA, PUSATBERITA — Forum Rembug Muda Nahdliyin Se-Indonesia menjadi ruang pertemuan gagasan bagi generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendiskusikan masa depan organisasi, penguatan pendidikan, pengembangan pemikiran Islam Nusantara, hingga regenerasi kepemimpinan di tubuh PBNU. Minggu (21/6/2027) malam.

Dalam forum yang dihadiri aktivis muda Nahdliyin dari berbagai daerah tersebut, sejumlah narasumber menyoroti pentingnya memperkuat kembali tradisi pemikiran dan gagasan sebagai fondasi gerakan NU di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks.

Salah satu narasumber, Gus Imad dari Jawa Barat, menjelaskan bahwa Islam Nusantara merupakan salah satu gagasan besar yang pernah ditawarkan NU kepada dunia. Menurutnya, Islam Nusantara tidak semata dipahami sebagai identitas geografis, melainkan cara pandang Islam yang mampu berdialog dengan budaya, masyarakat, dan lingkungan tempat Islam tumbuh dan berkembang.

“Banyak orang mengenal Islam Nusantara. Ada yang memaknainya sebagai cara berislam yang mampu berdialog dengan budaya dan alam. Ini menjadi salah satu tawaran penting NU dalam peradaban Islam kontemporer,” ujar Gus Imad.

Meski demikian, ia menilai berbagai gagasan besar yang lahir dari NU, termasuk Islam Nusantara, belum sepenuhnya menjadi arus utama dalam diskursus organisasi. Karena itu, pembahasan mengenai peradaban, arah gerakan, dan gagasan strategis NU perlu terus diperkuat agar menjadi panduan bersama di seluruh tingkatan organisasi.

Selain membahas gagasan keislaman, forum juga menyoroti peran kepengurusan dalam mengelola potensi besar warga Nahdliyin. Gus Imad menegaskan bahwa NU tumbuh dari semangat kesukarelaan dan partisipasi warga, sehingga pengurus memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memfasilitasi berbagai prakarsa yang lahir dari bawah.

“Amaliah-amaliah yang tumbuh dari warga NU lahir dari kesadaran dan kesukarelaan. Karena itu, pengurus memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melindungi, dan memfasilitasi tumbuhnya berbagai prakarsa tersebut,” katanya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Mas Ferial, menjelaskan bahwa fungsi fasilitasi yang dilakukan pengurus tidak hanya berupa dukungan fisik maupun material, tetapi juga mencakup aspek kebijakan, perlindungan hukum, dan penguatan ekosistem organisasi agar berbagai aktivitas warga NU dapat berkembang secara optimal.

Menurutnya, keberhasilan kepengurusan harus diukur dari sejauh mana kebijakan yang dihasilkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga dan masyarakat luas.

“Amaliah, sumber daya manusia, jaringan organisasi, dan aset yang dimiliki NU harus dikelola menjadi kekuatan yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Momentum Harba PII 79 Tahun, PB PII Dorong Joesdi Ghazali dan Anton Timur Djaelani Sebagai Pahlawan Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Mas Hudallah mengingatkan pentingnya peran generasi muda NU sebagai agen perubahan. Menurutnya, santri dan kader muda Nahdliyin tidak cukup hanya menjadi pengamat, tetapi harus hadir sebagai pelaku yang mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Generasi muda NU harus memiliki gagasan, terus belajar, berdaya secara ekonomi, dan mampu menjadi penggerak masyarakat,” tegasnya.

Menurut para peserta, Rembug Muda Nahdliyin Se-Indonesia merupakan bentuk respon kreatif generasi muda NU terhadap berbagai tantangan yang dihadapi organisasi saat ini. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah konsolidasi gagasan, pertukaran pengalaman, dan perumusan rekomendasi bagi masa depan NU.

Melalui forum ini, para pemuda Nahdliyin berupaya menghidupkan kembali tradisi intelektual NU dengan menghadirkan diskusi mengenai pendidikan, ekonomi, kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan peran NU dalam menjawab tantangan kebangsaan dan kemanusiaan.

Dalam diskusi juga muncul pembahasan mengenai regenerasi kepemimpinan PBNU menjelang agenda organisasi ke depan. Sejumlah peserta menyampaikan harapan agar NU dipimpin oleh figur yang mampu menggabungkan kekuatan tradisi pesantren dengan kemampuan menghadirkan gagasan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dalam konteks tersebut, muncul aspirasi dari sebagian peserta yang mendorong KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Dukungan tersebut didasarkan pada penilaian bahwa Gus Yusuf memiliki kedekatan dengan kalangan pesantren, pengalaman dalam pengembangan pendidikan, serta kemampuan membangun komunikasi dengan generasi muda Nahdliyin.

Bagi para peserta, kepemimpinan NU ke depan tidak hanya membutuhkan legitimasi kultural, tetapi juga visi yang mampu memperkuat organisasi, mengembangkan sumber daya manusia Nahdliyin, dan menjawab tantangan sosial yang terus berkembang.

Meskipun demikian, forum ini bukanlah ruang deklarasi politik, melainkan forum terbuka yang memberikan kesempatan kepada generasi muda Nahdliyin untuk menyampaikan pandangan dan harapan mereka terhadap masa depan Nahdlatul Ulama.

Melalui Rembug Muda Nahdliyin Se-Indonesia, para peserta menunjukkan bahwa generasi muda NU tidak ingin hanya menjadi penonton dalam proses sejarah organisasi. Mereka ingin terlibat aktif dalam merumuskan arah gerakan, memperkuat tradisi pemikiran, dan mempersiapkan kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin relevan dalam menjawab kebutuhan umat, bangsa, dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erry Indriani: Kecemasan Fresh Graduate Bukan Karena Lemah Mental
PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi
Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam
Senanatha Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Islam dan Sarekat Islam dalam Merebut Kemerdekaan
Disebut dalam Persidangan Kasus Blueray, MataHukum Minta Aldison Diperiksa
Aparat Kejar Massa hingga Sekretariat, Mahasiswa Kecam Represifitas
Sosialisasi 4 Pilar: Berikan Pemahaman dan Manfaat Terkait Program KIP
Putri Ahmad Bahar Serahkan Bukti Dugaan Penyekapan ke Polda Metro Jaya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:30 WIB

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:27 WIB

Erry Indriani: Kecemasan Fresh Graduate Bukan Karena Lemah Mental

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:29 WIB

PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:29 WIB

Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam

Senin, 15 Juni 2026 - 01:35 WIB

Senanatha Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Islam dan Sarekat Islam dalam Merebut Kemerdekaan

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies STISNU Nusantara Kota Tangerang (foto/istimewa)

Opini

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:51 WIB