Pancasila, Demokrasi, dan Hukum: Pilar Bangsa yang Mulai Terkikis

- Penulis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 01:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tugu Pancasila | Sumber: commons.wikimedia.org

Tugu Pancasila | Sumber: commons.wikimedia.org

Santo Nainggolan Penasehat dari Poros Intelektual Muda (PIM) menyoroti kemunduran pemahaman dan penerapan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, saat ini Pancasila hanya dijadikan sebagai simbol seremonial tanpa dihayati sebagai pedoman utama dalam menjalankan pemerintahan.

“Pancasila adalah bintang penuntun bangsa ini, tetapi sekarang hanya dijadikan bunyi-bunyian oleh para penyelenggara negara,” ujar Santo dalam diskusi yang digelar PIM, kemarin (21/3). Dia menegaskan bahwa Pancasila seharusnya menjadi landasan dalam mengelola kemajemukan Indonesia, bukan malah dijadikan alat legitimasi untuk kepentingan politik tertentu.

Menurut Santo, sejak era reformasi, penyelenggara negara semakin jauh dari nilai-nilai Pancasila. Demokrasi justru digunakan sebagai tameng untuk melindungi penyimpangan. “Mereka berlindung di balik jargon demokrasi dan hak asasi manusia, tetapi pada praktiknya menyalahgunakan hukum untuk kepentingan kelompok tertentu. Bahkan, aparat negara sering dijadikan alat pemukul penguasa,” lanjutnya.

Santo juga mengkritik penggunaan teknologi dan media sosial yang menurutnya telah dijadikan alat penjajahan baru melalui “brutalitas pemikiran”. “Buzzer digunakan untuk menciptakan kebingungan di tengah masyarakat, meredam kritik, dan bahkan menghilangkan kesadaran kolektif rakyat. Ini adalah bentuk baru dari penjajahan yang menggerus nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.

Baca Juga :  Poster Kritik Sachrudin-Maryono di 100 Hari Kinerja, Abdul Hakim: Bukan Sekadar Satire, Cermin Kekecewaan

Lebih lanjut, Santo menyoroti maraknya korupsi di kalangan pejabat yang seolah sudah menjadi kebiasaan. “Korupsi terus dipertontonkan tanpa rasa malu, sementara hukum semakin tumpul terhadap kekuasaan. Investasi dan pendanaan politik kerap dikemas dengan kemudahan hukum tanpa memperhitungkan dampak bagi rakyat,” katanya.

Ia menekankan bahwa seharusnya para pemimpin menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. “Penyelenggara negara harus memberi energi positif, membimbing, dan menanamkan kembali prinsip-prinsip Pancasila kepada rakyat. Bukan malah membuat bangsa ini semakin kebingungan dengan kebijakan yang menyimpang,” pungkasnya.

Diskusi yang digelar oleh Poros Intelektual Muda ini dihadiri oleh berbagai kalangan akademisi, aktivis, dan mahasiswa, yang turut mengkritisi kondisi bangsa saat ini. Mereka sepakat bahwa penguatan kembali nilai-nilai Pancasila menjadi hal yang mendesak agar Indonesia tidak semakin kehilangan jati diri.


Artikel Lain : Melebarkan Konsolidasi Pergerakan dengan Sosial Media

3 tanggapan untuk “Pancasila, Demokrasi, dan Hukum: Pilar Bangsa yang Mulai Terkikis”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPD GAMKI Jawa Barat: Wacana Geser Polri, Ancaman Serius Bagi Supremasi Hukum
Panitia Natal Nasional Bantu Warga Langowan, Manado dan Tomohon
Banjir Bandang Landa Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Akibat Hujan Lebat
Warga Duren Village Tangerang keluhkan Tanggul Terlalu Pendek
Titik Temu Demitologi dan Teologi dalam Menganalisa Bencana Alam
Mapala Se-Indonesia Dirikan Posko Kemanusiaan, Jalankan 4 Program Tanggap Bencana di Aceh Tengah
‎Mapala Se-Indonesia Tanggap Bencana Banjir Longsor Aceh Tengah
‎Dinamika Organisasi: Berperan atau Baperan?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:53 WIB

DPD GAMKI Jawa Barat: Wacana Geser Polri, Ancaman Serius Bagi Supremasi Hukum

Senin, 26 Januari 2026 - 20:10 WIB

Panitia Natal Nasional Bantu Warga Langowan, Manado dan Tomohon

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:14 WIB

Banjir Bandang Landa Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Akibat Hujan Lebat

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:45 WIB

Warga Duren Village Tangerang keluhkan Tanggul Terlalu Pendek

Senin, 12 Januari 2026 - 17:15 WIB

Titik Temu Demitologi dan Teologi dalam Menganalisa Bencana Alam

Berita Terbaru

Ilustrasi pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) yang melibatkan ASN (Pojokbogor.id)

Nasional

Kemhan Siapkan 4000 ASN Jadi Komcad Mulai April 2026

Senin, 2 Mar 2026 - 21:14 WIB