JAKARTA, PUSATBERITA – Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Mulyadi menilai menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah berpotensi berdampak pada keutuhan nasional. Ia menyebut krisis kepercayaan sebagai faktor penting yang perlu diwaspadai dalam menjaga stabilitas negara.
”Dia [Pemerintah] mau melakukan pidato atau dimana masyarakat sudah tidak percaya,” kata Mulyadi dalam sebuah diskusi yang ditayangkan melalui kanal YouTube @jejakwidodo3179.
Menurut Mulyadi, kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam kehidupan bernegara. Ia mengibaratkan negara seperti sebuah keluarga yang dapat bertahan dalam keterbatasan ekonomi, namun rentan runtuh ketika kepercayaan antar anggota hilang.
Ia juga menyoroti persoalan pengangguran di kalangan terdidik serta belum optimalnya pemanfaatan sumber daya manusia. Kondisi tersebut, kata dia, berpengaruh terhadap kemampuan negara dalam mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat.
Dalam bidang politik, Mulyadi menilai komunikasi pemerintah perlu diperbaiki agar kebijakan dan arah politik dapat dipahami publik secara lebih jelas. Ia juga menyinggung praktik koalisi politik yang menurutnya berdampak pada efektivitas pemerintahan dan fungsi pengawasan parlemen.
”Saya yakin daerah sedang berpikir bagaimana untuk memisahkan, dimana-mana terjadi pembelahan,” ujar Mulyadi.
Selain itu, Mulyadi menyoroti menguatnya peran oligarki dalam politik nasional dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai berbagai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius guna menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
”Jadi Indonesia sudah memenuhi syarat untuk bubar,” ungkapnya.
Mulyadi berharap bahwa pemerintah untuk dapat memperbaiki komunikasi politik. Menurutnya, komunikasi politik dalam setiap peristiwa politik bukan berbentuk salam-salaman dengan antar aktor politik.
”Lebih baik [Pemerintah dan Aktor Politik] bermusuhan kalau untuk kebaikan, tapi kalau bersekongkol dan berkomplot wah itu sangat berbahaya sekali,” tutup Mulyadi.











