JAKARTA, PUSATBERITA – Pakar ekonomi, Ferry Latuhihin melontarkan kritik tajam terhadap kondisi keuangan negara terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam tayangan di kanal YouTube Hendri Satrio Official pada Jumat, 6 Maret 2026, ia mengingatkan skenario terburuk dari pemaksaan program ini.
Ferry secara terang-terangan membantah narasi pemerintah yang mengklaim MBG sebagai investasi.
”Nah, itu salah. Ini asli bakar duit ya. Yang namanya investasi, kalau you bangun jalanan, kalau you sumbang pendidikan. MBG itu kan dimakan, di mulut, keluar di toilet, tidak berupa bendungan, tidak berupa jembatan,” tegasnya menyoroti ketiadaan aset jangka panjang dari program tersebut.
Lebih jauh, ia memprediksi pemerintah berisiko kehabisan dana pada bulan Juli 2026 mendatang dan memperingatkan bahaya krisis sosial jika harga BBM sampai dinaikkan untuk menutupi defisit.
”Hati-hati my friend, bulan Juli kemungkinan the government is running out of money. Kehabisan duit. Apalagi kalau harga BBM ini naik akibat tidak kuat subsidi, inflasi meledak, Bos. Ini bahaya sosialnya luar biasa. Ini bisa terjadi loh peristiwa 98,” beber Ferry.
Kritik ini semakin relevan mengingat implementasi MBG di lapangan justru memicu rentetan masalah baru. Mulai dari puluhan ribu anak yang keracunan hingga temuan sayur dan tempe busuk.











