PMII STAI Assalamiyah Nilai Aparat Tak Serius Awasi Kendaraan Tambang

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 00:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Farhan, Ketua Komisariat PMII Assalamiyah


SERANG, PUSAT BERITA – Upaya pengawasan lalu lintas kendaraan pengangkut tambang di jalur Cikande-Rangkasbitung kembali menuai sorotan. Organisasi kemahasiswaan PMII STAI Assalamiyah menyampaikan kekecewaan keras terhadap pihak kepolisian Kabupaten Serang dan Satpol PP karena dinilai tidak menjalankan komitmen dalam menjaga ketertiban di lapangan.

Pada 29 November 2025, kader PMII STAI Assalamiyah turun langsung melakukan pengamatan ke lapangan untuk melihat sejauh mana aturan pembatasan jam operasional kendaraan tambang dan larangan parkir liar di bahu jalan diterapkan. Namun, dari hasil pengecekan tersebut, mahasiswa menemukan masih banyak kendaraan yang melintas di luar jam yang telah disepakati serta sejumlah truk yang tetap parkir sembarangan, mengganggu lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lain.

Ketua Komisariat PMII STAI Assalamiyah, Muhamad Farhan, menjadi pihak yang memimpin pemantauan tersebut. Ia mengaku sangat kecewa karena saat dirinya dan para anggota mendatangi pos jaga (pos pantau), tidak terlihat keberadaan petugas kepolisian maupun Satpol PP yang sebelumnya telah sepakat bekerja bersama. Menurutnya, di lokasi hanya terdapat petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub), sementara dua instansi lainnya tidak tampak.

Padahal kami sudah menyepakati kerja sama dengan Polres, Satpol PP, dan Dishub untuk mengawasi agar kendaraan tambang tidak melintas sebelum waktunya serta tidak ada parkir liar di bahu jalan. Tetapi ketika kami datang ke pos pantau bersama sahabat-sahabat PMII, hanya Dishub yang ada. Dari Pol PP dan polisi tidak ada di lokasi, tegas Farhan.

Baca Juga :  Jelang Puncak Arus Tahun Baru, ASDP Pastikan Layanan Jawa–Bali Prima

Farhan juga menilai bahwa ketidakhadiran aparat di lapangan menunjukkan kurangnya keseriusan pemerintah daerah dalam menangani masalah lalu lintas kendaraan tambang, yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, tanpa keterlibatan dan koordinasi yang solid antara elemen masyarakat dan aparatur pemerintah penyelesaian persoalan hanya akan menjadi wacana tanpa hasil nyata.

Jika aparatur pemerintah tidak bisa bekerja sama dengan baik, bagaimana problem di lapangan akan terselesaikan dengan semestinya? Kami berharap ada ketegasan dan rasa tanggung jawab dari pihak yang berwenang, lanjutnya.

Mahasiswa yang melakukan aksi pemantauan menilai bahwa keberadaan PMII bukan untuk mengambil alih tugas aparat, melainkan untuk mengawal kesepakatan dan memastikan kepentingan masyarakat terpenuhi, terutama terkait keamanan dan ketertiban lalu lintas. Oleh karena itu, mereka mendorong agar Pemkab Serang, aparat kepolisian, dan Satpol PP segera mengevaluasi kinerja pengawasan jalur Cikande–Rangkasbitung.

PMII STAI Assalamiyah menegaskan bahwa jika kelalaian semacam ini terus terjadi, mereka siap melakukan langkah lanjutan, termasuk menyuarakan aspirasi melalui aksi besar demi memastikan keselamatan pengguna jalan dan menekan praktik pembiaran terhadap pelanggaran lalu lintas kendaraan tambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar Buka Puasa Bersama: Sebagai Wujud Kepedulian Sosial
PMI Wilayah Jakarta Bersama Kompak LB Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim
Perumda Tirta Benteng Peringati Nuzulul Qur’an Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama
Pemuda Neglasari Soroti Kinerja Dishub Kota Tangerang: Maraknya Parkir Liar, Akibat Lemahnya Pengawasan
Anggaran Rp.460 Miliar Dipertanyakan, LSMP: Kejanggalan Proyek Pemkot Tangerang
Prioritaskan Kepentingan Rakyat, Bukan Kemewahan Gedung Kekuasaan Baru DPRD Kota Tangerang
PW IPNU Banten Desak Gubernur Banten Segera Realisasikan Pergub Pesantren
Gagas Pesantren Revolusi, BEM PTNU: Lahir Dari Keprihatinan Sosial dan Implementasi Nilai Keagamaan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 01:34 WIB

Gelar Buka Puasa Bersama: Sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:03 WIB

Perumda Tirta Benteng Peringati Nuzulul Qur’an Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:51 WIB

Pemuda Neglasari Soroti Kinerja Dishub Kota Tangerang: Maraknya Parkir Liar, Akibat Lemahnya Pengawasan

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:43 WIB

Anggaran Rp.460 Miliar Dipertanyakan, LSMP: Kejanggalan Proyek Pemkot Tangerang

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:35 WIB

Prioritaskan Kepentingan Rakyat, Bukan Kemewahan Gedung Kekuasaan Baru DPRD Kota Tangerang

Berita Terbaru

Pakar ekonomi, Ferry Latuhihin terang-terangan membantah narasi pemerintah yang mengklaim MBG sebagai investasi (foto: istimewa).

Pilihan Redaksi

‎Kritik Program MBG Bakar Duit, Krisis 1998 Mengintai

Selasa, 10 Mar 2026 - 17:08 WIB

Anggota DPR RI, Mukhtaruddin Ashraff Abu (Foto: Istimewa)

Nasional

Mahasiswa Unusia Laporkan Mukhtaruddin Ashraff ke MKD

Senin, 9 Mar 2026 - 19:39 WIB

Ketua Umum KB PII, Nasrullah Larada Saat Berikan Sambutan dalam Penutupan INRA EXPO KB PII 2026 (Foto: Agung/Pusat-Berita)

Nasional

INRA Expo KB PII Tahun 2026 Resmi di Tutup

Senin, 9 Mar 2026 - 19:08 WIB

Redaksi Media Posbanten.com menggelar Buka Puasa Bersama (Bukber) dan Santuan di wilayah Kelurahan Sumur Pacing Kecamatan Karawaci (Foto: Istimewa)

Banten

Gelar Buka Puasa Bersama: Sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Senin, 9 Mar 2026 - 01:34 WIB

Opini

Fenomena Kesehatan Mental Tren Dalam Media Sosial

Minggu, 8 Mar 2026 - 22:04 WIB