Rotasi Bumi Makin Cepat, Hari-Hari di Juli dan Agustus 2025 Akan Sedikit Lebih Pendek

- Penulis

Jumat, 4 Juli 2025 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PUSATBERITA, Bumi lagi-lagi bikin ulah. Kali ini bukan soal cuaca ekstrem atau gempa bumi, tapi tentang bagaimana ia berputar. Rotasi Bumi dilaporkan semakin cepat selama bulan Juli – Agustus 2025. Akibatnya, panjang hari akan sedikit lebih pendek dari biasanya meski dalam hitungan milidetik.

Laporan dari International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS) menyebutkan bahwa 9 Juli 2025 akan menjadi 1,30 milidetik lebih singkat dari durasi normal satu hari, yaitu 86.400 detik. Angka itu bahkan lebih ekstrem pada 22 Juli 1,38 milidetik lebih cepat dan 5 Agustus 1,5 milidetik lebih cepat.

Fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Sejak 2020, ilmuwan telah mengamati tren percepatan rotasi Bumi yang tak biasa. Bahkan pada 2024 lalu, tercatat hari terpendek dalam sejarah modern 1,66 milidetik lebih cepat dari standar.

Para ilmuwan masih mencari tahu penyebab utamanya. Secara teori, Bulan seharusnya memperlambat rotasi Bumi karena tarikan gravitasinya. Namun dalam kasus – kasus tertentu, misalnya saat posisi Bulan menjauh dari ekuator Bumi, efek perlambatan ini bisa melemah dan malah berbalik mempercepat rotasi.

Baca Juga :  Onic Esport Akhirnya Lolos Knockout Stage M7 World Championship

Menurut Judah Levine, fisikawan dari National Institute of Standards and Technology (NIST), ini adalah hal yang sangat tidak terduga.

“Asumsinya selama ini adalah Bumi akan terus melambat, jadi kita harus menambahkan detik kabisat. Tapi sekarang justru sebaliknya,” katanya.

Sebagai catatan, sejak 1972 dunia telah menambahkan 27 detik kabisat untuk menyesuaikan waktu universal akibat perlambatan Bumi. Tapi sejak 2016, tak ada lagi detik kabisat yang ditambahkan. Dan tahun ini pun, IERS memastikan di Juni 2025 tidak membutuhkan tambahan detik.

Meski pergeserannya sangat kecil hanya milidetik perubahan ini punya dampak besar bagi sistem navigasi, satelit, dan jaringan komputer yang bergantung pada waktu presisi tinggi.

Untuk saat ini, tak ada yang perlu panik. Tapi tetap saja, rasanya agak aneh mengetahui bahwa waktu secara harfiah sedang “berjalan lebih cepat”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Onic Esport Akhirnya Lolos Knockout Stage M7 World Championship
19 Tahun Aksi Kamisan Negara Putihkan Pelanggaran HAM Berat
Komnas HAM Aceh Desak Prabowo Status Bencana Nasional
Aksi Protes Dugaan Lippo Grup Terlibat Sengketa Tanah Makassar
‎Media Jepang Soroti Dugaan Korupsi Penanganan Banjir Medan
Warga Gunung Putri: Tolak Geothermal Tanpa Syarat dan Kompromi
Data Terkini Bencana Aceh: Meninggal 156 Orang, 1.838 Terluka
‎Miss Meksiko Suarakan Hak-Hak Perempuan Usai Disebut Bodoh
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:45 WIB

Onic Esport Akhirnya Lolos Knockout Stage M7 World Championship

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:33 WIB

19 Tahun Aksi Kamisan Negara Putihkan Pelanggaran HAM Berat

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:48 WIB

Komnas HAM Aceh Desak Prabowo Status Bencana Nasional

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:04 WIB

Aksi Protes Dugaan Lippo Grup Terlibat Sengketa Tanah Makassar

Jumat, 5 Desember 2025 - 00:13 WIB

‎Media Jepang Soroti Dugaan Korupsi Penanganan Banjir Medan

Berita Terbaru