AMPP Akan Geruduk kantor BPJN, Diminta untuk Lebih Transparan Terkait Pembangunan SP Labuan – Cibaliung 

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor BPJN Provinsi Banten

Kantor BPJN Provinsi Banten

PANDEGLANG, PUSATBERITA — Aliansi Mahasiswa Pandeglang Bersatu (AMPB) menyampaikan keberatan sekaligus desakan investigatif terhadap pelaksanaan proyek preservasi jalan SP Labuan–Cibaliung yang berada di bawah kewenangan BPJN Provinsi Banten. Temuan awal mereka menunjukkan adanya indikasi penyimpangan kewenangan dan dugaan mark-up anggaran yang memicu kecurigaan publik.

Dalam kajian dan observasi lapangan yang dilakukan beberapa minggu terakhir, AMPB menilai bahwa pengerjaan proyek tidak berjalan sesuai prinsip akuntabilitas. Mereka juga menemukan ketidaksesuaian antara progres fisik dengan besaran anggaran yang tercantum dalam dokumen negara hingga miliaran rupiah.

“Kami melihat adanya kejanggalan dan potensi penyalahgunaan anggaran. Pembangunan ini tidak hanya bermasalah secara administratif, tetapi juga berdampak pada keselamatan masyarakat,” ujar Novan selaku korlap.

Kelompok mahasiswa itu menyebut temuan mereka merujuk pada regulasi terkait larangan penyalahgunaan kewenangan, termasuk UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, UU 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan, serta aturan keselamatan kerja yang mengatur standar pelaksanaan proyek negara.

Desakan AMPB kepada BPJN dan Pemprov Banten

Baca Juga :  Ramadhan Fest SMPIT Birrul Walidain, Nasrullah : Akan Menjadi Program Tahunan

Melalui pemberitahuan aksi, AMPB melayangkan lima tuntutan utama, antara lain:

1. BPJN Banten diminta memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi atas pelaksanaan proyek SP Labuan–Cibaliung.

2. Mendorong gubernur dan pemerintah daerah menindak tegas oknum yang diduga terlibat dalam penyimpangan wewenang.

3. Mendesak audit menyeluruh atas penggunaan anggaran proyek tersebut.

4. Gubernur Banten diminta mengambil tindakan cepat agar pembangunan tidak mangkrak dan tidak merugikan masyarakat.

5. Menuntut penindakan hukum bagi oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.

Dorongan Transparansi Publik

Menurut AMPB, proyek infrastruktur seharusnya memberi manfaat langsung bagi warga, bukan membebani keuangan negara. Karena itu, kelompok mahasiswa ini menilai pengawasan publik penting dilakukan agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.

“Audit dan penjelasan resmi harus dibuka kepada masyarakat agar tidak ada ruang gelap dalam pengelolaan anggaran publik,” tegas mereka.

Surat pemberitahuan aksi tersebut turut ditembuskan kepada beberapa lembaga negara tingkat daerah dan provinsi untuk memastikan isu ini mendapat perhatian luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muktamar XIV KAMMI Tetapkan Amri Akbar sebagai Ketua Umum, Serukan KAMMI Menjadi Rumah Nyaman bagi Seluruh Kader
Sinergi Tanpa Batas: Organisasi Kemanusiaan, RAPID Hadirkan Model Respons Darurat Terintegrasi di Tangsel
Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026
Digitalisasi Parkir Stadion Benteng, SEMMI: Ancam Ekonomi Rakyat
Hafidz Firdaus Serap Aspirasi, Macet dan Banjir Poris Jadi Prioritas
Kebakaran Besar Pabrik Karet di Tanah Tinggi Kota Tangerang
‎Konfercab II GAMKI Kota Tangerang Pilih Gesuri Mesias sebagai Ketua Umum
Lintas Relawan Pondok Aren Gelar Kolaborasi Kesiagaan Bencana
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:20 WIB

Muktamar XIV KAMMI Tetapkan Amri Akbar sebagai Ketua Umum, Serukan KAMMI Menjadi Rumah Nyaman bagi Seluruh Kader

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:10 WIB

Sinergi Tanpa Batas: Organisasi Kemanusiaan, RAPID Hadirkan Model Respons Darurat Terintegrasi di Tangsel

Senin, 22 Juni 2026 - 17:30 WIB

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 13:37 WIB

Digitalisasi Parkir Stadion Benteng, SEMMI: Ancam Ekonomi Rakyat

Senin, 22 Juni 2026 - 00:45 WIB

Kebakaran Besar Pabrik Karet di Tanah Tinggi Kota Tangerang

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies STISNU Nusantara Kota Tangerang (foto/istimewa)

Opini

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:51 WIB