Kontradiksi Efisiensi: BGN Beli Ribuan Printer Dua Kali Lipat Lebih Mahal dari Harga Modal

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik Dugaan Pengadaan Printer yang Ugal-ugalan di Badan Gizi Nasional (Foto: Ilustrasi)

Polemik Dugaan Pengadaan Printer yang Ugal-ugalan di Badan Gizi Nasional (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, PUSATBERITA – Badan Gizi Nasional kembali menjadi sorotan publik usai lembaga gizi negara ini menggelontorkan miliaran rupiah pajak rakyat untuk membeli peralatan elektronik berupa Printer, Informasi yang dihimpun mengungkapkan bahwa BGN melakukan pengadaan printer merek HP OfficeJet Pro 9730 di tahun 2025 dalam jumlah besar.

Kejanggalan paling mencolok terletak pada selisih harga yang sangat fantastis. Perangkat yang di pasaran memiliki harga modal atau harga ritel sekitar Rp5 juta an dengan 1 set tinta dan 1 tahun garansi tersebut dijual dengan modal dari Hewlett Packard senilai di bawah 6juta kepada para agen nya, dg dukungan Dr HP berupa 1 set tinta tambahan dan garansi 3 tahun.

Dukungan tambahan ini diduga bertujuan mengkamuflase selisih profit margin yang sebesar 100%, selain juga sebagai kunci agar para pemenang SPK ‘terpilih’ dapat aman terlindungi dari penyedia secara umum di seluruh Indonesia.

Printer dengan harga modal di bawah 6 juta tersebut malah dibeli oleh BGN dengan harga mencapai Rp12 juta lebih per unit dibawah PPK BGN Dohardo Pakpahan.

Pengadaan Ugal-ugalan BGN kembali disorot oleh pengamat kebijakan publik dari Mata Hukum, Mukhsin Nasir. Pengamat kebijakan publik ini menilai tindakan ini sebagai bentuk pengadaan yang “ugal-ugalan.”

Menurutnya bahwa di saat pemerintah pusat gencar melakukan penghematan, selisih harga 100% ini memicu kecurigaan adanya penggelembungan anggaran (mark-up).

“Ini sangat ironis. Di satu sisi kita bicara efisiensi, tapi di sisi lain ada pengadaan dengan harga fantastis dari harga pasar bahkan jika pembelian tersebut juga dalam skema pengadaan barang pemerintah, Jika dikalikan ribuan unit, potensi pemborosan anggaran negara ini sangat masif,” ujar Mukhsin.

Mukhsin juga menyayangkan tak ada penjelasan dari pihak principal saat sorotan publik menguat meminta transparansi terkait pengadaan elektronik di BGN yang dirasa sebagai pemborosan.

“Dan yg lebih disayangkan, pihak prinsipal, yang notabene perusahaan PMA dari negara Amerika, tidak memberikan klarifikasi dan tanggapan terkait hal ini, jadi kan seolah-olah turut membantu terlaksananya dugaan pemborosan ini,” tambah Mukhsin

Baca Juga :  Tuntut Pemecatan Olly dan Rio Dondokambey, Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi Geruduk DPP PDIP

Spesifikasi Printer HP OfficeJet Pro 9730

Berdasarkan data teknis, HP OfficeJet Pro 9730 merupakan printer Wide Format All-in-One yang memiliki kemampuan multi fungsi mulai dari Cetak, Scan, dan Copy hingga ukuran A3.

Meski memiliki fitur yang mumpuni untuk kebutuhan kantor, harga pasar yang tercatat di berbagai platform e-katalog maupun ritel resmi tetap berada di kisaran Rp5,8 – 6,5 juta dg 1 set tinta Dan 1 thn garansi. Tambahan bonus berupa 1 set tinta tambahan dan garansi 3 tahun ini jelas terlihat pd spe pengadaan printer di tahun 2025 yang dimenangkan Eureka Indotama Perkasa dengan harga 12 juta an incl ppn.

Selisih Harga 100 Persen, Tabrak Prinsip Kewajaran Pemerintah?

Jika merujuk pada regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah, penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) seharusnya hanya memberikan ruang keuntungan dan biaya operasional (overhead) maksimal sebesar 10% hingga 20% bagi vendor.

Dengan skema normal tersebut, harga tertinggi yang dianggap wajar bagi instansi pemerintah untuk membeli printer ini seharusnya berada di angka Rp7 juta hingga Rp8 juta. Namun, realita pengadaan di BGN yang menyentuh angka Rp12 juta menunjukkan adanya penggelembungan (mark-up) harga hampir dua kali lipat.

Pelanggaran Asas Efisiensi

Pengamat kebijakan publik menyebut fenomena ini sebagai “pengadaan ugal-ugalan”. Pasalnya, selisih sebesar Rp6 juta per unit adalah angka yang tidak masuk akal dalam manajemen aset negara.

“Jika pengadaan ini mencapai ribuan unit, maka potensi pemborosan anggaran mencapai miliaran rupiah. Ini jelas menabrak prinsip efisiensi dan akuntabilitas yang diatur dalam Perpres Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah,” papar Mukhsin.

Menurutnya, keuntungan vendor yang mencapai lebih dari 90% adalah anomali yang harus diusut tuntas auditor negara

“Dugaan Skandal ini menambah daftar panjang polemik pengadaan barang di lembaga negara yang belakangan ini kerap dikritik karena dinilai tidak akuntabel,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak PPK BGN Dohardo Pakpahan belum memberikan respon dan tanggapan terkait isu ini usai dihubungi via pesan singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi
Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam
Senanatha Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Islam dan Sarekat Islam dalam Merebut Kemerdekaan
Disebut dalam Persidangan Kasus Blueray, MataHukum Minta Aldison Diperiksa
Aparat Kejar Massa hingga Sekretariat, Mahasiswa Kecam Represifitas
Putri Ahmad Bahar Serahkan Bukti Dugaan Penyekapan ke Polda Metro Jaya
Reyzan Sulaeman Resmi Nahkodai PW PII Jakarta Raya
Mutasi Mei 2026, Empat Kombes Pol Resmi Bergabung ke Polda Metro Jaya
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:29 WIB

PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:29 WIB

Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam

Senin, 15 Juni 2026 - 01:35 WIB

Senanatha Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Islam dan Sarekat Islam dalam Merebut Kemerdekaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:54 WIB

Disebut dalam Persidangan Kasus Blueray, MataHukum Minta Aldison Diperiksa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:39 WIB

Aparat Kejar Massa hingga Sekretariat, Mahasiswa Kecam Represifitas

Berita Terbaru

Wasit Kontroversi Kembali Pimpin Pertandingan Semifinal Matali Cup 2026 (Foto: Istimewa)

Sulawesi Utara

Bonawang FC Protes, Askot Tetap Tugaskan Wasit yang Dipersoalkan

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:15 WIB

Polemik Matali Cup 2026 (Foto: Istimewa)

Sulawesi Utara

Matali Cup 2026: Diduga Terjadi Kecurangan Wasit Berlisensi

Selasa, 16 Jun 2026 - 00:41 WIB

Guru Jadi Korban Efisiensi Anggaran Dampak Program MBG (Foto/Akal Imitasi).

Nasional

Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu

Senin, 15 Jun 2026 - 19:27 WIB